Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 17 Mei 2017 | 16:58 WIB
  • Tak Menstruasi Dalam Waktu Lama, Indikasi Kelainan Hormon

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Romys Binekasri
Tak Menstruasi Dalam Waktu Lama, Indikasi Kelainan Hormon
Photo :
  • pixabay/holdosi
Rasa nyeri seringkali dirasakan oleh wanita yang mengalami menstruasi

VIVA.co.id – Seringkali wanita merasa khawatir jika terlambat datang bulan, apalagi jika menstruasi tak kunjung tiba sampai hitungan bulan.

Bagi wanita yang sudah aktif secara seksual mungkin bisa mengira dirinya hamil, namun bagaimana dengan wanita yang sama sekali belum pernah melakukan hubungan seksual? Karena nyatanya kondisi tersebut sering dialami umumnya oleh para wanita.

Kondisi terlambat bulan dalam waktu lama termasuk dalam kategori gangguan menstruasi. Gangguan ini ditandai dengan datangnya haid atau bahkan tidak mendapatkan haid sama sekali (dalam setahun frekuensi menstruasi lebih sedikit, atau jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi lebih banyak).

Dr. Riyan Hari Kurniawan SpOG menjelaskan, salah satu penyebab jarangnya datang haid pada wanita antara lain Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK).

Riyan menerangkan, penyebab SOPK ini merupakan salah satu masalah endokrinologi pada wanita masa reproduksi yang berhubungan dengan kelainan hormonal dan dapat memengaruhi kesehatan wanita tersebut secara umum.

"Penyebabnya tidak berovulasinya sel telur (yang) keluar dari indung telur, akibat kegagalan pematangan sel telur," ujarnya di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu, 17 Mei 2017.

Menurutnya, SOPK lebih sering terjadi pada perempuan yang mengalami kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas (kegemukan). Dampak SOPK antara lain risiko penebalan dinding rahim, gangguan kesuburan, keguguran, dan gangguan psikologi karena rasa rendah diri.

Riyan menuturkan, langkah pertama pada penderita SOPK yang kelebihan berat badan dan obesitas adalah menurunkan berat badan. Adanya perubahan gaya hidup yang berfokus pada diet dan olahraga adalah langkah terpenting.

"Bahkan turunnya badan 5 persen saja dapat memperbaiki keadaan dan membuat haid kembali teratur, memperbaiki fungsi sel telur dan meningkatkan peluang kehamilan," tuturnya.

Riyan menambahkan, jika memang terjadi gangguan haid dan gangguan kesuburan, masyarakat diimbau segera memeriksakan ke dokter kandungan.