Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 20 Mei 2017 | 06:20 WIB
  • Makan di Kafe Sambil Ditemani Tikus, Apa Rasanya?

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Bimo Aria
Makan di Kafe Sambil Ditemani Tikus, Apa Rasanya?
Photo :
  • The San Francisco Dungeon
The San Francisco Dungeon.

VIVA.co.id – Jangan samakan cerita di film animasi Ratatouille dengan di dunia nyata. Keberadaan tikus di sebuah restoran adalah sesuatu yang haram. Apalagi di restoran-restoran di Eropa yang memiliki aturan kebersihan dan keamanan pangan yang sangat ketat.

Jika terlihat ada di sebuah restoran, pihak berwajib akan segera menutup restoran tersebut dengan alasan tingkat kebersihan dan keamanan pangan yang rendah. Itu karena tikus bisa membawa begitu banyak kuman dan bakteri ke dalam makanan atau alat makan dan alat masak.

Tapi hal ini tampaknya tidak berlaku di San Fransisco. Dengan alasan pertunjukan dan menarik minat turis, sebuah kafe di San Fransisco justru menghadirkan tikus sebagai daya tariknya. Bahkan tiap pengunjung yang datang diminta membayar lebih untuk merasakan pengalaman yang melanggar standar kesehatan untuk restoran itu.

The San Francisco Dungeon, sebuah acara menarik yang penuh akan pelajaran sejarah akan menampilkan pop-up restaurant yang dinamakan Rat Cafe selama dua hari pada bulan Juli mendatang. Demikian dilansir dari laman Mashable.

Setiap pengunjung yang datang, akan dikenai biaya sebesar US$50 atau sekitar Rp666 ribu untuk bisa meminum kopi sambil ditemani dengan beberapa ekor tikus. Tentu saja hal ini sangat membingungkan, duduk di restoran bergaya bistro terbaik bertema Barbary Beach dengan tikus-tikus yang berlarian di sekeliling Anda.

Tikus-tikus tersebut diadopsi melalui Rattie Ratz, lembaga nirlaba di Bay Area, sebuah kelompok yang menyelamatkan dan merehabilitasi tikus. Jadi jika Anda tertarik memelihara salah satu tikus, Anda bisa membawanya pulang.