Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 13:34 WIB
  • Trik Kenalkan Anak dengan Lingkungan Baru saat Mudik

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari
Trik Kenalkan Anak dengan Lingkungan Baru saat Mudik
Photo :
  • pixabay/Miguel L Perez
Ilustrasi anak pemalu

VIVA.co.id – Ketika bertemu dengan keluarga besar di momen Hari Raya, umumnya anak-anak merasa malu atau sungkan bersalaman dengan paman, bibi, kakek, atau nenek yang jarang ditemuinya sehari-hari. Jika hal ini terjadi, orangtua harus pandai-pandai membujuk anak agar mau bersalaman.

Psikolog Anna Surti Ariani memberikan saran untuk memperkenalkan anak dengan saudara-saudara jauhnya. Yakni dengan cara meluangkan waktu beberapa hari sebelum mudik dan menceritakan tentang siapa saja yang mereka akan temui di tempat tujuan mudik.

Selain itu, bisa juga dengan memperlihatkan foto-foto siapa saja yang akan ditemuinya kemudian diperkenalkan. Usahakan untuk menyampaikan cerita dengan nada positif, misalnya ada tante yang suka mengomel, katakan kalau tante ini memang senang mengomentari segala hal, artinya dia perhatian.

"Buat anak di atas usia 2 tahun, bisa dengan latihan simulasi silaturahmi. Misalnya, ada meja, kursi, kemudian latihan memasuki rumah, apa saja yang harus dilakukan," ujar psikolog dengan sapaan Nina ini kepada VIVA.co.id.

Hal ini, lanjut Nina, bisa dilakukan di rumah sebelum keberangkatan mudik. Sebaiknya, memang anak tidak diberikan ceramah dengan kata-kata saja, tapi juga dengan kegiatan nyata. Karena anak di bawah 7 tahun tidak bisa membayangkan apa yang harus dilakukan jadi akan lebih baik bila dilatih.

Selama perjalanan mudik, ibu bisa mengingatkan lagi siapa saja yang akan anak temui di tempat tujuan. Usahakan perjalanan mudik yang dilalui anak terasa nyaman dan cari tempat peristirahatan untuk anak melepas lelah sehingga tidak uring-uringan ketika di perjalanan.

Ketika sampai di tempat tujuan dan anak tidak ingin bersalaman, sebaiknya bujuk dengan lembut dan jangan memaksa jika tidak mau sama sekali.

"Ada alternatif lain yang bisa dilakukan, misalnya dengan tos atau om tantenya mengelus punggung anak. Ini bisa dimaklumi karena anak jarang bertemu jadi belum familiar," kata Nina.

Seiring waktu, anak pun akan merasa nyaman dengan orang baru dan bersedia bersalaman. Yang terpenting, apapun yang dilakukan anak, berikan apresiasi. Misalnya, anak sudah mau mendekat atau tidak kabur ketika didekati, berikan apresiasi untuk hal itu. (one)