Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 17 Mei 2017 | 07:48 WIB
  • Madain Saleh, Kota Sunyi di Padang Pasir

  • Oleh
    • Daurina Lestari
Madain Saleh, Kota Sunyi di Padang Pasir
Photo :
  • By Sammy Six - Madain Saleh, CC BY 2.0
Madain Saleh.

VIVA.co.id – Madain Saleh, mungkin tidak sepopuler seperti Petra (Yordania). Akan tetapi kota ini ini memiliki situs bersejarah di Madinah, Arab Saudi.

Madain Saleh dikenal dengan kota tersembunyi di padang pasir, dan merupakan salah satu situs warisan dunia Unesco.  Kota ini merupakan kota terbesar kedua kerajaan bangsa Arab, Nabatean, setelah Petra.

Dilansir BBC, kota ini memiliki peran penting dalam perdagangan Arab pada zaman dulu. Namun, sekarang menjadi tempat makam-makam dan sisa-sisa kerajaan yang hilang.

Bangsa Nabatean sangat kaya dan makmur karena kemampuan mereka mendapatkan dan menyimpan air di padang pasir. Mereka juga memonopoli jalur perdagangan dari Madain Saleh hingga ke wilayah utara Gaza.

Akan tetapi pada tahun 106 Masehi, Kekaisaran Nabatean dianeksasi oleh orang-orang Romawi, dan rute Laut Merah mengambil alih jalur perdagangan darat. Akibatnya kota-kota Nabatean tidak lagi menjadi pusat perdagangan, dan mulai mengalami kemunduran ekonomi, hingga akhirnya ditinggalkan.

Sekarang, Madain Saleh terasingkan, sunyi, dan sepi. Namun masih terawat dengan baik meski sebagian besar kota terletak di bawah lapisan pasir.

Kota ini memiliki banyak ukiran seni, seperti ukiran elang, sphinx, dan griffin berbulu, serta prasasti yang rumit. Di sana banyak makam-makam yang memiliki grafiti tulisan-tulisan sejarah.

Salah satu makam paling terkenal ada makam Qasr al Farid, makam batu berbatu berwarna emas. Makamnya sangat mengesankan, karena dinding batu dipahat dengan cerita mereka sendiri, dan mayat-mayat diletakkan tersembunyi di sepanjang dinding.