Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Januari 2016 | 17:03 WIB
  • Tulisan yang Lupa Dibaca

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Nuritia Ramadhani
Tulisan yang Lupa Dibaca
Photo :
  • REUTERS
Larangan merokok

VIVA.co.id - Di mana saja kita bisa menemukan tulisan mengenai "Dilarang Buang Sampah di sini", "Tempat Duduk Prioritas", dan "Kawasan Dilarang Merokok". Baik itu di tempat seperti perkantoran hingga transportasi umum seperti kereta dan busway. Hanya saja, sayang tulisan tersebut hanya sekilas dilihat oleh masyarakat dan cenderung diabaikan.

Seperti contohnya tulisan "Tempat Duduk Prioritas" di kereta commuter line. Tempat duduk tersebut telah disediakan khusus untuk ibu hamil, ibu membawa anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Namun, yang terlihat adalah tempat duduk tersebut digunakan oleh ibu-ibu yang baru pulang kantor dan bahkan anak muda yang baru pulang kuliah.

Seakan lupa untuk siapa bangku tersebut disediakan, mereka akan berpura-pura sibuk dengan gadget atau bahkan tertidur di kereta. Dengan harapan, tidak akan di suruh berdiri oleh petugas saat ada yang membutuhkan duduk di tempat tersebut.

Miris memang melihatnya, tapi itulah kenyataannya. Apabila ada lansia naik kereta dan kereta dalam keadaan penuh, semua orang saling bertatapan dan menunggu, sehingga lansia tersebut harus menunggu ada seseorang yang berbaik hati memberikan tempat duduknya.

Tidak jauh berbeda dengan larangan membuang sampah sembarangan. Tulisan ini pun sering sekali diabaikan. Sehingga tidak heran apabila sampah pun bertebaran di mana-mana dan akhirnya mengeluh tentang kerja pemerintah yang tidak bertugas dengan baik.

Bayangkan apabila semua orang membuang sampah pada tempatnya, pasti lingkungan akan bersih dari sampah. Dan bayangkan apabila semua orang yang merokok tidak merokok di sembarangan tempat, udara tentu akan bersih dan sehat.

Tulisan-tulisan tersebut sangatlah sederhana, namun memiliki arti yang sangat besar. Sayangnya, tulisan tersebut lupa untuk dibaca oleh masyarakat dan sangat diabaikan. (Cerita ini dikirim oleh Nuritia Ramadhani, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)

  • Mengubah Paradigma Guru sebagai Fasilitator Jadi Periset
    Mengubah Paradigma Guru sebagai Fasilitator Jadi Periset
  • Sejuta Harapan untuk Para Penderita Kanker
    Sejuta Harapan untuk Para Penderita Kanker
  • Kemiskinan Akibatkan Negara dalam Keadaan Darurat Bom
    Kemiskinan Akibatkan Negara dalam Keadaan Darurat Bom
  • Matahari di Ujung Timur Indonesia
    Matahari di Ujung Timur Indonesia
  • Reklamasi, Alternatif Mutlak bagi Keterbatasan Lahan
    Reklamasi, Alternatif Mutlak bagi Keterbatasan Lahan
  • Habis COP 21 Terbitlah Badan Restorasi Gambut
    Habis COP 21 Terbitlah Badan Restorasi Gambut