Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 20 Januari 2016 | 05:54 WIB
  • Mengembalikan Kejayaan Maritim NKRI

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Muhammad Echo
Mengembalikan Kejayaan Maritim NKRI
Photo :
  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Ilustrasi

VIVA.co.id - Mencakup wilayah daratan dan lautan yang luas dengan puluhan ribu pulau besar dan kecil yang menyusunnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa diragukan adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Selain dipertegas dengan adanya perhitungan Dinas Hidro Oceonografi (Dishidros) TNI AL pada tahun 1982 yang menyebutkan bahwa Indonesia memiliki ± 17.508 pulau, Indonesia juga dikenal dengan panjang garis pantainya yang mencapai lebih dari 81.000 km.

Dengan wilayah seluas 1,904,569 km, 4.85% di antaranya adalah wilayah perairan yang terdiri dari 0,8 juta km laut teritorial, 2,3 juta km laut nusantara, dan 2,7 juta km zona ekonomi eksklusif. Oleh karena itu, wilayah pesisir dan lautan Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah serta keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Namun, apakah fakta bahwa Indonesia adalah negara kepulauan secara serta merta menjadikan penduduknya sebagai bangsa maritim?

Jika mengacu pada sejarah, maka bangsa Indonesia memang dikenal sebagai bangsa maritim. Penemuan situs prasejarah di beberapa belahan pulau seperti di gua-gua Pulau Muna, Seram dan Arguni yang dipenuhi oleh lukisan perahu-perahu layar, menggambarkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut. Selain itu, ditemukannya kesamaan benda-benda sejarah antara Suku Aborigin di Australia dengan di Jawa menandakan bahwa nenek moyang kita sudah melakukan hubungan dengan bangsa lain yang tentunya melibatkan aktivitas pelayaran. Identitas sebagai bangsa maritim ini telah membawa kejayaan besar bagi bangsa Indonesia di masa lampau.

Bangsa Maritim: Dulu, Kini, dan Nanti

Sejak abad ke-9 Masehi, nenek moyang kita telah berlayar jauh dengan kapal bercadik. Ke utara mengarungi Laut Tiongkok, ke barat memotong lautan Hindia hingga Madagaskar, ke timur hingga Pulau Paskah. Kian ramainya pengangkutan komoditas perdagangan melalui laut, mendorong munculnya kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak maritim dan memiliki armada laut yang besar.