Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Januari 2017 | 14:00 WIB
  • Pak Toto dan Peninggalan Kuburan Cina di Depok

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Wisnu Hadikusuma
Pak Toto dan Peninggalan Kuburan Cina di Depok
Photo :
Pak Toto saat bercerita tentang peninggalan Kuburan Cina di Depok.

VIVA.co.id – Pak Toto adalah salah seorang yang mempunyai banyak cerita mengenai sebuah peninggalan Kuburan Cina yang berada di Jl. Radar Auri No. 44, RT 7 RW 14, Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Banyak orang sering berkunjung ke kuburan ini. Peninggalan ini sering memberikan banyak rasa penasaran karena lokasi pemakaman tersebut.

Usia yang tidak lagi muda, namun cerita dari peninggalan sejarah masih terasa hangat dan patut untuk terus digali. Menurutnya, Kuburan Cina itu dibuka sejak tahun 1975. Sedangkan pada tahun 1976 baru dibuka sebagai tempat pembakaran oleh orang-orang Bombai. Sebuah peninggalan yang mestinya harus diabadikan sebagai penambah wawasan. Kuburan yang terletak di kawasan Kota Depok ini selalu ramai pada saat acara-acara besar seperti hari raya Nyepi dan hari-hari besar lainnya, yang dapat mencirikan toleransi antar agama.

Sejak sakit yang dideritanya, Pak Toto hanya menghabiskan waktunya di rumah saja. Seringkali mengeluh kesakitan jika berjalan maupun berdiri terlalu lama. Seorang istri yang setia mendampingi hingga masa tuanya, membuatnya selalu semangat dalam keadaan apapun.

“Apakah pembakaran mayat di Kuburan Cina ini masih ada, Pak?” Tanya saya saat itu yang penasaran tentang Kuburan Cina itu. “Lama-lama pembakaran di sini dilarang. Disetop oleh Pemerintah dan hanya boleh untuk penguburan saja. Asapnya tidak disukai oleh  warga di sini karena bekas pembakaran itu jika mengenai sawah maka tanaman akan langsung mati,” tuturnya, sambil duduk di depan warung miliknya.

Suasana mendung disertai gerimis rintik-rintik tidak mengganggu aktivitas obrolan saya dengan Pak Toto. Cerita yang dia lontarkan begitu berkesan dan mampu menambah wawasan saya. Maraknya aktivitas negatif di Kuburan Cina pada saat malam hari juga dapat ditemui. Salah satunya adalah banyak orang dengan tangan jahil yang sengaja mencorat-coret dinding pemakaman.

Bangunannya memang terlihat sudah sangat tua di zaman modern saat ini. Masyarakat sekitar hanya beberapa yang peduli dengan peninggalan sejarah tempat pembakaran orang Bombai tersebut. Namun, pemandangan indah masih bisa saya rasakan ketika berada di pemakaman yang menurut Pak Toto merupakan pemakaman pertama yang berada di kawasan ini.

Pak Toto tinggal persis di depan pemakaman orang-orang Cina tersebut. Menurutnya, sekarang ini banyak kuburan-kuburan yang diangkat. Terutama yang sudah berusia 15 tahun. Mulai diangkat dan digali lagi tulang-tulangnya. Pemakaman itu tidak hanya diisi oleh orang-orang Cina, namun orang Indonesia juga ada. “Itu yang diangkat dan digali tulangnya entah dibuang ke laut atau di mana, saya kurang tahu,” jelasnya.

Sangat mengerikan memang jika kita menyaksikan langsung prosesi pembakaran mayat pada waktu itu. Pak Toto sudah pernah menyaksikan proses pembakaran mayat orang-orang Bombai. “Dalam prosesi pembakaran mayat orang Bombai sering memakai burung merpati untuk diterbangkan. Dan banyak juga menggunakan kertas-kertas yang saya juga tidak tahu itu untuk apa,” ucapnya, sambil memegang sebatang rokok di tangannya.

Bekas pembakaran orang-orang Bombai memang sudah tidak ada. Namun, lokasi pembakaran itu masih meninggalkan beberapa bekas bangunan. “Tempat pembakaran itu yang di depan kantor, yang ada besi-besinya. Di sana itu tempat pembakaran masih ada. Bekasnya itu adalah seng-seng yang sudah pada rusak,” tutur Pak Toto pada saat wawancara dengannya.

Pak Toto dengan tutur kata yang santai dan lugas, mengetahui banyak kejadian aneh setiap datangnya waktu malam. Dari mulai suara-suara wanita yang terdengar dari kejauhan, hingga pernah didatangi sosok misterius. “Namanya saja tempat pemakaman. Dan saya yang tinggal di kuburan bekas Belanda ini melihat kejadian aneh sudah terbiasa dan saya menyikapinya dengan positif saja,” ucapnya tenang.

Saran dari Pak Toto adalah agar lokasi yang pernah menjadi  tempat pembakaran orang-orang Bombai ini terus dijaga. Sebagian lokasi yang sekarang sudah banyak dibangun rumah. Ya, kalau bisa tidak dirusak dengan menggusur orang-orang di kawasan ini. Memang sudah sepatutnya sejarah harus terus diingat sebagai penghargaan dalam menjaga lingkungan di dalam lokasi pemakaman ini.

Pak Toto pernah mengungkapkan kekesalannya kepada Pemerintah Daerah yang tidak membolehkan warga tinggal di lokasi pemakaman. Makanya sekarang sudah banyak terlihat rumah-rumah yang berdiri di sekitar lokasi pemakaman, tepatnya di Jl. Radar Auri, Depok.

Penggusuran terhadap lokasi di dalam pemakaman membuat masyarakat sering cemas. Permasalahan mengenai pertanahan dari warga kadang membuat gaduh. Karena itu banyak warga yang sudah berpindah lokasi dikarenakan banyak tindakan dari Pemerintah Kota Depok.

Pak Toto tidak pernah meresahkan masalah penggusuran lahan untuk dijadikan sebuah perumahan. Tetapi Pak Toto juga beranggapan, jangan sampai ada penggusuran yang dilandasi sebuah kepentingan dari individu. (Tulisan ini dikirim oleh Wisnu Hadikusuma, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)