Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Januari 2017 | 14:13 WIB
  • Kisah Sukses Polisi Asal Gunung Kidul Yogyakarta

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • nurulch
Kisah Sukses Polisi Asal Gunung Kidul Yogyakarta
Photo :
  • U-Report
Aiptu Suratno.

VIVA.co.id – Seorang sosok laki-laki yang bekerja untuk mengabdikan diri kepada nnegara, dialah Bapak Suratno. Seorang polisi lalu lintas yang saya kenal. Sosok kepala rumah tangga yang dikenal ramah dan ringan tangan dalam membantu sesama.

Laki-laki yang lahir pada 48 tahun silam ini mempunyai seorang istri yang hebat dan empat orang anak. Yaitu satu putranya yang telah menikah dan bekerja di salah satu hotel bintang lima di kawasan Jakarta Selatan. Putra kedua yang bekerja sebagai seorang juru masak atau chef, putri ketiga yang masih menempuh pendidikan sarjana di salah satu universitas di Jakarta Selatan, dan yang terakhir putri kecilnya yang masih berumur 3 tahun.

Bapak Suratno, begitulah saya memanggilnya. Dia menceritakan tentang perjalanannya ketika takdir memutuskan dia terlahir dari keluarga sederhana di atas kaki Gunung Kidul daerah Yogyakarta. “Awalnya saya hanya berkata dalam hati bahwa saya ingin jadi polisi, karena saya pikir bisa membuat keluarga saya bangga,” ucapnya.

Bapak Suratno hanya seorang lulusan SMA dan tidak dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. “Sejak saya sekolah SD sudah dibiasakan untuk mandiri, saya juga jualan untuk jajan saya saja,” ujarnya. Kehidupan dia tidak pernah berhenti berjuang dari jualan ketika sekolah dan harus menempuh perjalanan yang sangat jauh karena rumahnya berada di pelosok di bukit Gunung Kidul.

Dia menceritakan tentang bagaimana orang tuanya yang bekerja sebagai petani berjuang bekerja setiap hari demi menyambung hidup dari hari ke hari. Tanpa mengenal lelah orang tuanya mengajarkan untuk selalu percaya Tuhan yang Maha Baik akan melakukan yang terbaik di setiap detik kehidupan yang dijalani. “Iya, terkadang saya ditertawakan oleh tetangga. Katanya mimpi di siang bolong mau jadi polisi.”

Pada tahun 1992, takdir mengatakan bahwa saat itu adalah waktu untuknya mewujudkan mimpinya ketika kecil dahulu. Dia berjuang sekuat tenaga untuk menjadi seorang abdi negara dan juga untuk keluarganya. Hingga seiring waktu berjalan, Tuhan pun mencampurkan tangan-Nya ke dalam takdir tersebut. Dan kini dia berhasil menjadi seorang polisi.

Dari cerita Bapak Suratno, saya dapat mempelajari satu hal. Bahwa ketika mimpi dijadikan sebagai sebuah lelucon untuk orang lain, maka jadikanlah hal tersebut menjadi nyata dan lelucon tersebut akan berubah menjadi suatu kenangan yang berharga. (Tulisan ini dikirim oleh Nurul Choiruyatun M, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)

  • Pak Toto dan Peninggalan Kuburan Cina di Depok
    Pak Toto dan Peninggalan Kuburan Cina di Depok
  • Ikrar Anti Narkoba di SMAN 3 Banjarmasin
    Ikrar Anti Narkoba di SMAN 3 Banjarmasin
  • Menghijaukan Kembali Indonesia dengan Menanam Pohon
    Menghijaukan Kembali Indonesia dengan Menanam Pohon
  • Bekerja untuk Membantu bukan Melanggar Lalu Lintas
    Bekerja untuk Membantu bukan Melanggar Lalu Lintas
  • Mencari Keadilan untuk Sahabat Tercinta
    Mencari Keadilan untuk Sahabat Tercinta
  • Pelatihan Jurnalistik Kader PMII FKM UMI Makassar
    Pelatihan Jurnalistik Kader PMII FKM UMI Makassar