Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Januari 2017 | 16:06 WIB
  • Tidak Ada Kata Terlambat untuk Menuntut Ilmu

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Dwi Reka Barokah
Tidak Ada Kata Terlambat untuk Menuntut Ilmu
Photo :
Sosok Elin Herlina yang pantang menyerah.

VIVA.co.id – Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan terhadap perilaku-perilaku buruk atau kenakalan. Karena usianya yang masih muda dan pengalaman akan kehidupan yang masih minim seringkali menyebabkan remaja terjerumus untuk berperilaku tidak baik. Dari hal yang paling kecil, seperti bolos sekolah hingga membuat keonaran yang meresahkan masyarakat.

Namun, tak sedikit pula remaja yang memilih untuk berperilaku baik dan membanggakan banyak orang. Elin Herlina (20) salah satunya. Gadis dengan kehidupan remaja yang berbeda dengan remaja pada umumnya. Semenjak lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia telah memilih untuk dapat menguasai bahasa asing.

Di kala remaja, saat yang lainnya malas-malasan belajar, Elin memberanikan diri meninggalkan keluarganya untuk belajar bahasa Inggris lebih serius di Jawa Timur. Selama empat bulan ia mulai memperdalam kemampuan bahasa Inggrisnya di Kediri, Jawa Timur atau yang biasa dikenal dengan sebutan Kampung Inggris.

Ia lebih memilih belajar bahasa Inggris saat lulus dari SMP karena menurutnya, ilmu yang nantinya diperoleh dapat langsung digunakan ketika  SMA. "Kalo dari lulus SMP kan ilmunya bisa langsung dipakai pas SMA," ujarnya.

Setelah menyelesaikan pembelajarannya di Kampung Inggris, Elin mengaplikasikan ilmunya di suatu klub bahasa Inggris milik orang tua angkatnya. Di klub ini, ia berbagi ilmu dengan mengajarkan bahasa Inggris kepada anggota-anggota klub. Seiring dengan bertambahnya pengalaman, kemampuan berbahasa Inggrisnya pun semakin meningkat.

Setelah lulus dari SMA, gadis kelahiran Bekasi ini memutuskan untuk bekerja. Ia bekerja sebagai staf di salah satu perguruan tinggi swasta. Tidak hanya itu, di usianya yang muda ini Elin juga ditetapkan sebagai asisten dosen bahasa Inggris di perguruan tinggi tempatnya bekerja.

Namun, karena jenjang pendidikannya yang rendah, tak sedikit rekan kerja yang meremehkannya. Tak jarang pula ia mendapat celotehan dan pandangan sinis hanya karena statusnya sebagai asisten dosen dengan lulusan SMA. Namun hal ini tidak menjadikannya larut dalam kesedihan. Justru ini menjadi motivasi baginya untuk dapat kuliah. "Gara-gara itu aku jadi semangat buat kuliah. Iya, aku harus kuliah" tekadnya.

Tak lama setelah ditetapkannya Elin sebagai asisten dosen, akhirnya ia pun mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di salah satu sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan di Jakarta. Ia memilih program studi pendidikan bahasa Inggris supaya ilmunya dapat langsung diaplikasikan di tempat ia bekerja.

Menurutnya dengan memilih program studi pendidikan bahasa Inggris selain kemampuan berbahasa Inggrisnya akan meningkat, ia juga bisa membagikan ilmunya dengan baik dan benar kepada orang banyak. (Tulisan ini dikirim oleh Dwi Reka Barokah, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)