Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 23 Januari 2017 | 14:40 WIB
  • Ada Keceriaan dan Keprihatinan di Kamp Pengungsian Suriah

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Sinta Guslia
Ada Keceriaan dan Keprihatinan di Kamp Pengungsian Suriah
Photo :
Anak-anak di Kamp Pengungsian Suriah

VIVA.co.id –  Tim relawan Rumah Yatim Ar Rohman Indonesia tiba  di Suriah, Jumat (20/01). Namun, penyaluran santunan terpaksa diundur dikarenakan kontainernya belum sampai. Karena penyaluran bantuan diundur, akhirnya tim melanjutkan perjalanan menyambangi sekolah-sekolah untuk anak yatim Suriah. Kebetulan, sekolah yang disambangi tim sedang ada kegiatan pembagian rapor. Tim menyapa anak-anak dan melihat hasil rapor mereka. “Alhamdulillah hasil rapor mereka bagus-bagus,” ungkap Abdurrahman dari relawan Rumah Yatim Ar Rohman..

Di saat tim sedang berkumpul dengan pelajar Suriah, tim melihat ada puluhan bahkan lebih anak yatim Suriah berumur 7 sampai 12 tahun yang belum bisa bersekolah. Mereka terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. “Di sini kami melihat banyak sekali anak yatim Suriah yang belum bisa bersekolah. Banyak dari mereka berkeliaran di jalan raya. Mereka terpaksa bekerja sebagai tukang pikul, pramuwisma, pekerja bengkel, pedagang tisu, bahkan tidak sedikit dari mereka bekerja sebagai peminta-minta,” ujar Abdurrahman lagi.

Tim pun menghampiri dua anak yatim yang sedang berjualan tisu. Mereka bernama Ahmed (10) dan Nizar (12). Mereka kakak beradik yang terpaksa berjualan di dekat masjid untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.  “Dari satu sisi kami sangat bahagia melihat keceriaan anak-anak yang bisa bersekolah. Tapi di sisi lain kami sangat prihatin melihat anak-anak di usia yang sangat muda harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” lanjut Abdurrahman.

Usai mengunjungi anak yatim Suriah, tim melanjutkan perjalanan menyambangi kamp pengungsian. Tim sempat diberi instruksi untuk tidak memberikan bantuan terlebih dahulu dikarenakan kondisi pengungsi yang sedang ramai. Kalau dalam kondisi tersebut, biasanya pengungsi akan saling berebut untuk mendapat bantuan.

Betul saja, ketika tim berada di pengungsian, tim langsung disambut girang para pengungsi. Mereka berebut menyambut tim relawan. Mereka mengira tim akan memberikan bantuan. Sampai ketika tim pergi dari pengungsian dan menaiki mobil pun, mereka berhamburan mengejar tim untuk menyampaikan aspirasi mereka supaya diberikan bantuan.

“Ingin sekali kami membawakan makanan dan baju hangat sebanyak-banyaknya untuk mereka. Namun kondisi yang  tidak memungkinkan membuat kami harus menahan niat kami. Insya Allah besok kami akan menyalurkan bantuan untuk mereka,” ungkap Abdurrahman.

Abdurrahman mengatakan bahwa besok tim relawan dibantu lembaga lain akan memberikan bantuan pangan sebanyak satu kontainer untuk para pengungsi. Agar penyaluran berlangsung dengan tertib dan aman, tim akan membagikan terlebih dahulu kupon antrian kepada mereka. “Semoga dengan hadirnya Rumah Yatim di Sanli Urfa dapat meringankan beban pengungsi Suriah,  terutama anak yatim Suriah. Semoga kami bisa mewujudkan hak-hak anak yatim di sana untuk mengenyam pendidikan, agar masa depan mereka bisa lebih baik lagi,” ujar Abdurrahman.

Usai mengunjungi kamp pengungsian Suriah dan sekolah-sekolah tempat menampung anak-anak yatim Suriah, tim melanjutkan perjalanan menuju Kantor Walikota Sanli Urfa. Kedatangan tim relawan Rumah Yatim Ar Rohman langsung disambut hangat wakil walikota Sanli Urfa. Tim menjelaskan maksud dan tujuan hadir di Sanli Urfa.

Tim pun menjelaskan misi besar untuk para pengungsi Suriah, khususnya anak yatim Suriah. Wakil walikota Sanli Urfa pun sangat mengapresiasi tim relawan Rumah Yatim. Ia pun mengajak tim relawan Rumah Yatim Ar Rohman untuk bekerjasama meringankan beban para pengungsi Suriah. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)