Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 27 Januari 2017 | 17:28 WIB
  • Renungan untuk Indonesiaku

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Ricky Tamba
Renungan untuk Indonesiaku
Photo :
  • kamipastipeduli.com
Ilustrasi kemiskinan.

VIVA.co.id – Minggu (22/01), sekitar pukul 20.00 WIB, saya membeli dua plastik kerupuk dari sepasang suami istri tuna netra yang berjualan. Mereka berjalan kaki dibantu tongkatnya, dari Slipi hendak pulang ke Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sementara Senin (23/01), pukul 22.30 WIB di seputaran Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, saya membeli dua bungkus kue semprong dari seorang pedagang pikulan. Dia bercerita, sejak pagi berkeliling jalan kaki dan dagangannya sepi.

Ampun Gusti Allah. Makin miris hati hamba-Mu ini melihat nasib mereka. Yang mungkin juga menjadi garis hidup jutaan rakyat miskin Indonesia lainnya. Saat para pejabat korup dan politisi busuk bersenang-senang menikmati hasil rampokannya di hari libur dan malam hari, jutaan rakyat dipaksa bekerja keras hanya demi menyambung hidup tak kenal waktu.

Negara makin kehilangan makna. Para penguasa lalim semakin semena-mena. Tapi saya yakin bahwa Allah tak pernah tidur. Dia akan selalu bersama mereka, menjaga yang lemah dan papa. (Tulisan ini dikirim oleh Ricky Tamba, Jakarta)