Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 Februari 2017 | 17:33 WIB
  • LP2M Sebar Ribuan Mahasiswa ke 85 Desa di Jawa Timur

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Luqman Hakim
LP2M Sebar Ribuan Mahasiswa ke 85 Desa di Jawa Timur
Photo :
Mahasiswa KKN UINSA sedang berdiskusi bersama para dosen.

VIVA.co.id – Komitmen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) untuk mengoptimalkan potensi ditunjukkan dengan mengirim sebanyak 1535 mahasiswa ke 85 desa di Jawa Timur. Sebagian besar desa tersebut merupakan daerah terpencil.

Sekretaris LP2M UINSA Luluk Fikri Zuhriyah mengatakan pengiriman mahasiswa ke daerah-daerah terpencil dan tertinggal melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Hal tersebut merupakan langkah awal mahasiswa terjun dan berbaur bersama masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang selama ini dipelajari.

“Untuk KKN kali ini kami sebar di Kabupaten Madiun dan Bojonegoro. Di Madiun, terdiri dari empat kecamatan dengan total 35 desa. Sedangkan di Bojonegoro terdiri dari lima kecamatan dengan total 50 desa,” tuturnya saat mengunjungi Lokasi KKN di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Rabu (8/2).

Ia menjelaskan, KKN UINSA menggunakan dua pendekatan yaitu Action Based Community-driven Development (ABCD) dan Partisipatory Action Research (PAR). Pendekatan ABCD, kata Luluk, menekankan pada partisipasi masyarakat. Artinya masyarakat benar-benar dilibatkan secara aktif partisipatif untuk menggali dan mengembangkan potensi menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Sementara pendekatan PAR, menurutnya adalah desain riset pendampingan masyarakat yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui prinsip-prinsip belajar bersama, dialogis, etika komunikasi dan tidak menggurui.  “Agar lebih fokus, pendekatan ABCD diterapkan di Kabupaten Madiun sementara PAR di Bojonegoro,” ungkapnya.

Secara umum, realisasi aktivitas pemberdayaan masyarakat terkonsentrasi pada empat bidang utama yakni keagamaan, ekonomi, kesehatan dan pemerintahan. Namun, ia menegaskan tidak menutup kemungkinan ada aktivitas di bidang lain dengan mempertimbangkan potensi dan kualitas SDM. Bidang keagamaan seperti pengajian umum/ceramah/khotbah Jumat, majelis taklim, pembacaan Yaasin, tahlil, Taman Pendidikan Alquran, pelatihan manajemen TPQ dan pengajaran di sekolah.

Selanjutnya, bidang ekonomi yaitu pembentukan UKM, intensifikasi hasil produk pertanian, pelatihan pembuatan pupuk organik, pelatihan usaha peternakan, pembentukan dan pelatihan tata kelola koperasi syariah. Untuk bidang kesehatan terdapat beberapa program, yakni program sanitasi, pengobatan gratis dan khitanan massal.

Sementara bidang pemerintahan dan kemasyarakatan, meliputi optimalisasi peran karang taruna, remaja masjid, pembuatan denah dan peta desa/kelurahan. Pembentukan posdaya sebagai pusat pemberdayaan juga berusaha dilakukan. Selain itu, seluruh kegiatan KKN selama 30 hari tersebut harus memperhatikan aspek gender dan lingkungan.

“Tidak hanya peningkatan kualitas SDM masyarakat, beberapa kelompok KKN telah berhasil membantu masyarakat meningkatkan hasil produksi pertanian seperti bawang merah, porang dan hasil pertanian lain, sampai proses pemasaran. “Alhamdulillah sukses memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gondang Bojonegoro, Moch Basuki mengaku terbantu dengan adanya mahasiswa KKN di daerahnya. Ia mengapresiasi program pendampingan yang dilakukan mahasiswa, terlebih saat ini bantuan dana desa cukup besar sehingga bisa digunakan seoptimal mungkin.

“Untuk pembangunan fisik jujur masyarakat di sini sudah bisa melakukannya. Hal yang dibutuhkan justru program pendampingan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas SDM. Mahasiswa UINSA cukup cakap melakukannya,” tandasnya.

Seperti diketahui, mitra kerjasama LP2M UINSA selain Madiun dan Bojonegoro di antaranya Kediri, Magetan, Sidoarjo, Bondowoso, Tuban, Pamekasan dan Kota Surabaya. Untuk kalangan luar negeri, LP2M bermitra dengan Australian National University, Universitas Utara Malaysia, University Pattani Thailand, Thanta University Mesir, dan Al-Azhar Cairo. (Tulisan ini dikirim oleh Luqman Hakim)