Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 13 Februari 2017 | 13:55 WIB
  • Kemampuan Literasi Bekal Kesuksesan Siswa

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Anwar Holil
Kemampuan Literasi Bekal Kesuksesan Siswa
Photo :
Melinda Taylor mengajak siswa untuk membaca bersama.

VIVA.co.id – Melinda Taylor, Vice President (VP) International Education, Research Triangle Institute (RTI) International, Amerika, terkesan dengan pelaksanaan pembelajaran aktif di SDN Ngoto, Sleman, Yogyakarta. Dia mengunjungi SDN Ngoto, salah satu sekolah mitra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terkait program kerjasama dengan Usaid Prioritas pada Jumat (10/2/).

Di kelas 1, Melinda melihat guru yang sedang mengajar membaca bersama dengan buku besar. Buku berukuran besar tersebut berhasil menarik perhatian dan ketertarikan siswa membaca. Pada setiap halaman ada tulisan dan gambar yang sesuai dengan isi tulisan tersebut. Melalui buku besar, guru melatih kemampuan siswa untuk memprediksi, belajar tanda baca, dan memahami isi bacaan. Bahkan, Melinda juga ikut mengajak siswa membaca bersama yang disambut antusias oleh siswa.

Sementara di kelas 3, Melinda melihat guru yang sedang melaksanakan kegiatan membaca terbimbing pada kelompok kecil (lima siswa) yang memiliki kemampuan membaca sama. Siswa dibimbing untuk belajar memahami isi buku. Siswa diminta membaca buku halaman per halaman secara bergantian, dan menceritakan gambar yang ada di halaman tersebut dengan kata-kata siswa sendiri. Kemudian guru memberi pertanyaan yang terkait dengan isi buku yang dibaca siswa. Di akhir pembelajaran, siswa diminta menceritakan kembali isi buku yang sudah dibacanya.

“Buku bacaan berjenjang digunakan guru untuk melatih siswa memahami isi buku sekaligus menumbuhkan minat membaca siswa. Kegiatan ini bila dibudayakan akan meningkatkan kemampuan literasi yang bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari mata pelajaran lainnya dan menjadi bekal untuk kesuksesan hidupnya di masa depan,” kata Melinda di sela-sela kunjungannya.

Buku bacaan berjenjang adalah buku yang digunakan guru sebagai alat bantu belajar untuk membimbing kelompok siswa sesuai tingkat kemampuan membaca dalam pembelajaran membaca di kelas awal di SD dan MI. Terutama untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menumbuhkan minat baca siswa.

“Usaid melalui program Prioritas menghibahkan lebih dari delapan juta buku bacaan berjenjang ke 13.000 sekolah dan madrasah. Untuk Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, ada lebih dari 2.100 SD dan MI yang telah mendapatkan buku ini. Setiap sekolah mendapat lebih dari 600 buku bacaan berjenjang dan delapan buku besar,” kata Stuart Weston, Direktur Program Usaid Prioritas yang mendampingi Melinda dalam kunjungannya ke SDN Ngoto.

SDN Ngoto juga digunakan oleh UNY menjadi tempat praktik mengajar mahasiswa. Menurut Unik Ambarwati, dosen UNY, setelah bermitra dengan Usaid Prioritas, dia rutin mendampingi para guru sekolah mitra UNY dalam menerapkan pembelajaran aktif. Mahasiswa juga dilibatkan untuk melakukan observasi pembelajaran, mengembangkan media pembelajaran, dan budaya baca bersama guru. Serta mempraktikkan pembelajaran inovatif bersama guru di kelas.

“Kemitraan ini sangat bermanfaat untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa praktik mengajar di sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran aktif dan budaya baca. Kalau mahasiswa sudah menjadi guru, mereka sudah terbiasa menerapkan pembelajaran aktif dan mengembangkan budaya baca,” tukas Unik.

Melinda Taylor juga mengunjungi SMPN 1 Yogyakarta, salah satu SMP lab UNY yang terkait program kemitraan dengan Usaid Prioritas. Dia melihat siswa kelas 7 yang sedang belajar IPA dengan melakukan percobaan menemukan kadar amilum pada daun yang terkena sinar matahari langsung dan yang tidak terkena langsung. Dia juga melihat siswa kelas 8 yang belajar bahasa Indonesia dengan mempresentasikan video buatan sendiri. Yang isinya memperlihatkan kegiatan diskusi setiap kelompok tentang masalah yang saat ini sedang hangat diberitakan media massa.

”Pembelajaran aktif ini membuat siswa mampu mengembangkan potensi terbaiknya,” kata Melinda. Sementara itu, Niken Sasanti, kepala SMPN 1 Yogyakarta, menyebut sekolahnya kini telah banyak berubah setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Usaid Prioritas dan UNY. ”Para guru sudah menerapkan pembelajaran aktif dan memfasilitasi siswa untuk belajar dengan lebih banyak melakukan percobaan, memecahkan masalah, menghasilkan hasil karya dalam pembelajaran kreatif, dan berani berpresentasi,” kata Niken.

Usaid Prioritas adalah program lima tahun (2012-2017) bantuan Usaid untuk meningkatkan akses  pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. Program ini bermitra dengan 17 LPTK dan 31 LPTK Konsorsium yang tersebar di sembilan provinsi. Program ini telah melatih lebih dari 29.000 SD/MI dan SMP/MTs di hampir 100 kabupaten/kota di sembilan provinsi. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca yang menjangkau lebih dari 171.000 guru dan kepala sekolah, dan bermanfaat untuk lebih dari 6,9 juta siswa. (Tulisan ini dikirim oleh Anwar Holil, Jakarta)