Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 Februari 2017 | 12:14 WIB
  • 70 Tahun HMI Berjuang untuk Umat dan Bangsa

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Usep Mujani
70 Tahun HMI Berjuang untuk Umat dan Bangsa
Photo :
Dies Natalis HMI ke-70

VIVA.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar malam puncak dalam rangka Dies Natalis ke-70 di Smasco Hall Indonesia yang dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, para KAHMI, pimpinan organisasi Cipayung Plus, dan pimpinan Badko (Badan koordinasi) cabang HMI seluruh Indonesia.

“Semoga dengan Dies Natalis HMI ke-70 ini menambah spirit  kader HMI seluruh Indonesia  untuk merefleksi kembali, meneladani Almarhum Prof. Lafran Pane sebagai penggagas berdirinya HMI, serta mengaplikasikan nilai-nilai perjuangan HMI dalam visi keumatan dan kebangsaan,” ucap Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir.

HMI sebagai organisasi perjuangan, tentunya akan selalu berada di garda terdepan saat melihat penindasan terhadap golongan manapun. Sebab, bagi HMI visi keumatan dan kebangsaan tak hanya terpaku pada satu golongan dan penganut agama tertentu saja, melainkan pada semua golongan. Tak peduli apapun latar belakang agamanya.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi juga turut hadir dan memberikan sambutan mewakili Pemerintah dalam kegiatan malam puncak Dies Natalis HMI ke 70. “Selamat Dies Natalis kepada HMI yang ke-70, semoga tetap konsisten dalam berjuang untuk keumatan dan kebangsaan. Saya Juga berharap HMI menjadi gerbang terdepan dalam penerapan nilai-nilai keislaman dan menjadi perajut kebhinekaan dan NKRI,” ujar Menpora, Imam Nahrowi.

Dalam kesempatan ini juga, HMI menyampaikan sepuluh komitmen keumatan dan kebangsaan yang merupakan hasil rekomendasi dari peserta Silatnas yang dihadiri oleh pimpinan Badko cabang seluruh Indonesia. Sepuluh komitmen tersebut, antara lain:

Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan segala keanekaragaman suku, agama dan budaya. Menegakkan dan menyebarkan ajaran Islam dengan sepenuh-penuhnya berdasarkan Alquran dan hadis. Menjadi garda terdepan dalam menjaga wibawa dan kehormatan alim ulama sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Menegakkan hukum yang berkeadilan dan menolak pelaksanaan hukum yang diskriminatif terhadap masyarakat Indonesia. Melindungi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, menolak segala bentuk eksploitasi yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Membangun sumber daya manusia yang berakhlakul karimah, kompetitif dan berdaya saing global.

Membangun sistem perekonomian yang berpihak terhadap suluruh rakyat Indonesia. Mengembangkan industri dalam negeri, berupaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung energi dan lumbung pangan dunia. Serta menolak masuknya imigran asing yang dapat mengancam kesempatan kerja rakyat Indonesia. Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang berkeadilan, menolak liberalisasi dan politik dinasti. Menolak berkembangnya paham komunis di Indonesia yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan, memerangi peredaran dan penggunaan narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda Indonesia.

Ketua Umum PB HMI juga mengingatkan untuk mewaspadai masuknya ideologi-ideologi asing yang dapat merusak kebhinekaan dan mengancam kestabilan NKRI. “Masuknya ideologi-ideologi asing di bangsa ini merupakan ancaman besar bagi keutuhan NKRI. Perang asimetris menjadi salah satu cara untuk melemahkan kekuatan bangsa ini. HMI memiliki peran penting dalam mencegah paham-paham yang dapat merusak spirit Pancasila, dan menjadi garda terdepan dalam merawat kebhinekaan dengan selalu membawa visi keumatan dan kebangsaan,” ujar Mulyadi P Tamsir.

Di akhir sambutannya, ketua umum PB HMI juga menyampaikan harapan seluruh kader HMI kepada Pemerintah untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional kepada penggagas berdirinya HMI. “Perjuangan dan kontribusi Almarhum Prof Lafran Pane untuk  Bangsa Indonesia sangat besar dan tidak perlu diragukan. Maka, besar harapan kami kepada Pemerintah untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada beliau sebagai bentuk penghargaan Negara atas pengabdian diri dan jasa-jasa yang telah ditorehkan di Bangsa ini,” tutup Ketua Umum PB HMI,  Mulyadi P Tamsir. (Tulisan ini dikirim oleh Usep Mujani)