Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 18 Februari 2017 | 15:10 WIB
  • Bupati Sinjai: Siswa Harus Waspadai Berita Hoax

  • Oleh
    • Syahdan Nurdin,
    • Bakekokmo
Bupati Sinjai: Siswa Harus Waspadai Berita Hoax
Photo :
  • U-Report
Bupati Sinjai, Sabirin Yahya saat mebuka Safari Jurnalistik LPM Profesi UNM.

VIVA.co.id – Pegelaran Safari Jurnalistik Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi UNM dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Sinjai Sabirin Yahya di SMA 1 Negeri Sinjai, Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/2)

Sabirin Yahya dalam sambutannya mengimbau kepada 55 peserta yang berasal dari 14 sekolah menengah atas di Sulsel itu untuk mewaspadai maraknya pemberitaan Hoax. Ia berharap, melalui kegiatan Safari Jurnalistik LPM Profesi UNM ini, siswa mampu memahami dan memilah berita media maya dengan bijak.

"Saya mau peserta nantinya bisa mengimplementasikan ilmu yang di dapat pada kegiatan ini. Apalagi lagi marak-maraknya berita hoax yang tersebar di dunia maya," kata Sabirin.

Ia menjelaskan, hoax itu berasal dari asal kata hocus yang artinya mengecoh atau menipu. Jadi, lanjutnya, tidak serta merta berita yang salah itu dapat dikatakan hoax. "Bisa saja si wartawannya yang salah paham saat mendengarkan penjelasan narasumber. Biasanya hoax itu ada niatan terselubungnya. Niatan jahat yang sudah dipabrikasi," jelasnya.

Menurutnya, hoax mendapat momen besar dari media sosial yang menjadi sangat umum dan berkembang di zaman internet. Begitu masifnya hoax yang beredar, sehingga seringkali banyak orang terkecoh untuk mempercayainya, bahkan turut menjadi sarana penyebaran hoax.  "Sering tanpa sadar, pengguna media sosial mengirimkan sebuah berita hoax kepada temannya yang lain, yang kemudian secara berantai dikirimkan lagi oleh teman ke teman-temannya yang lain lagi, dan begitu seterusnya," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Safari Jurnalistik LPM Profesi UNM, Siti Aminah mengatakan pada kegiatan tersebut para peserta dari berbagai sekolah di Sulsel akan diberikan sejumlah materi tentang jurnalistik. Mulai dari mengenal dunia jurnalistik; teknik penulisan berita; fotografi; hingga materi citizen report dan media sosial.

"Kami juga mau pahamkan siswa tentang apa, seperti apa dan bagaimana bahaya pemberitaan hoax yang banyak tersebar di Indonesia," kata wanita yang akrab disapa Ami. Ami menuturkan, ada sebanyak 55 peserta yang mengikuti kegiatan Safari Jurnalistik tahun ini.

Mereka berasal dari 14 sekolah menegah tingkat atas di Sulsel. Menurutnya, antusias siswa SMA se-Sulsel sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan ini. "Sebenarnya banyak sekali sekolah yang ingin mengikutkan siswanya pada kegiatan ini. Tapi kami dari panitia sudah sepakat hanya akan menerima 50 peserta. Kami beri kompensasi tambahan 5 peserta jadi totalnya 55," ucapnya.

Safari Jurnalistik LPM Profesi UNM sendiri merupakan program tahunan divisi Litbang Profesi untuk menyebar-luaskan ilmu jurnalistik. Targetnya para siswa sekolah menengah tingkat atas dan sederajat. (Tulisan ini dikirim oleh Bakekokmo)