Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 Maret 2017 | 12:29 WIB
  • Kunjungan BI Purwokerto ke Pondok Pesantren di Cilacap

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • armandsyah1
Kunjungan BI Purwokerto ke Pondok Pesantren di Cilacap
Photo :
  • U-Report
Diskusi santai petinggi BI Purwokerto dengan pihak Ponpes Rubat Mbalong.

VIVA.co.id – Perkembangan Pondok Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus yang terletak di Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap memang cukup signifikan. Hal tersebut menarik perhatian Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto untuk kembali mengunjungi dan bersilaturahmi ke pondok tersebut, pada Selasa, 14 Maret 2017.

Perlu diketahui, sejak 2015 lalu, BI Purwokerto sudah menjalin kerjasama dengan Pesantren Rubat Mbalong Ell-Firdaus. Secara khusus, kolaborasi BI Purwokerto melalui CSR BI Purwokerto adalah terkait budi daya jamur tiram dan padi dengan teknologi hazton. Kunjungan kali ini, BI Purwokerto berkesempatan melihat unit-unit baru usaha pondok.

Selain budi daya jamur tiram dan padi dengan teknologi hazton. Di tahun 2017 ini, unit usaha pondok bertambah. Seperti adanya budi daya azolla, peternakan itik dan mentok, budi daya lele mulai dari pembenihan hingga pembesaran sisem biofloc, peternakan sapi, serta budi daya cacing lumbrikus.

Dalam kunjungannya, Kepala BI Purwokerto, Ramdan Denny Prakoso yang ditemani Djoko Juniwarto selaku Manajer Unit Pemberdayaan Ekonomi BI Purwokerto dan Sulaiman, Koordinator PPL BP2KP Kedungreja mengharapkan pondok tetap konsisten dalam meningkatkan usahanya. Sehingga bisa memberikan kontribusi positif tidak hanya untuk pondok juga masyarakat di wilayah sekitarnya.

"Jika Rubat Mbalong terus istiqomah, ke depannya saya kira pondok ini bisa menjadi contoh bagi mitra binaan BI Purwokerto lainnya," kata Ramdan. Sementara itu, KH. Muhammad Ahmad Hasan Mas'ud selaku pengasuh Ponpes Rubat Mbalong Ell Firdaus mengatakan hasil usaha pondok tidak hanya untuk diperjualbelikan secara mentah.

Salah satunya hasil dari budi daya jamur tiram. Jamur tiram diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi produk keripik jamur dengan berbagai varian rasa. "Alhamdulillah Pak Denny, untuk keripik jamur sudah memperoleh izin PIRT," ucap KH. Muhammad Ahmad Hasan Mas'ud yang biasa disapa Gus Hasan.

Dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank Indonesia (BI) dengan Kementerian Agama yang ditandatangani November 2014 lalu, Bank Indonesia memang berkomitmen untuk bekerjasama dengan pesantren di seluruh Indonesia dalam mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren.

Menurut BI, pondok pesantren dinilai akan menjadi mitra strategis dalam menguatkan ekonomi kerakyatan. Selain itu, kerjasama ini digadang-gadang dapat ikut menjaga stabilitas harga bahan pangan dan sebagai wahana tumbuhnya wirausaha-wirausaha muda. (Tulisan ini dikirim oleh Armandsyah1)