Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 10 April 2017 | 12:55 WIB
  • Potensi Tersembunyi di Desa Dayeuhluhur Cilacap

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Rachman
Potensi Tersembunyi di Desa Dayeuhluhur Cilacap
Photo :
Pengrajin sapu ijuk di Desa Dayeuhluhur (foto u-report)

VIVA.co.id – Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayehluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sejatinya memiliki segudang potensi yang dapat dikembangkan. Baik itu yang bersifat ekonomis, pertanian maupun pendidikan. Namun, sejauh ini kekayaan yang masih tersembunyi di pelosok belum mampu terekspos.

Dosen pembimbing lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIS Majenang, Sarno Hanipudin, mengatakan dia bersama mahasiswa peserta KKN baru-baru ini dalam programnya telah mengkampanyekan tentang profesi petani yang dianggap sebagai pekerjaan yang kotor.

"Setelah kemarin, Kamis 30 Maret 2017, kami mengkampanyekan tentang profesi petani yang dianggap orang sebagai pekerjaan yang kotor, kasar dan tidak berprospek. Hari ini, Sabtu 1 April 2017, kami berhasil menemukan satu potensi besar yang berada di Desa Sindanglangu yang belum tergarap,”ujar Sarno Hanipudin saat dikonfirmasi, Jumat 7 April 2017.

Menurut Sarno, potensi yang terdapat di Desa Dayehluhur tepatnya di Dusun Sindanglangu itu berupa sentra kerajinan sapu ijuk. Potensi tersebut sejalan dengan misi KKN Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sufyan Tsauri Majenang Cilacap angkatan VI tahun 2017 dengan mottonya, "Menggali Potensi Desa Berbasis Budaya Lokal".

Lebih lanjut, Sarno menjelaskan pengrajin sapu ijuk di daerah tersebut rata-rata berusia tua dan berjumlah tidak banyak, yakni hanya sekitar 13 orang. Dia mengharapkan, pihak pemerintah dapat merespon dan mengapresiasi para pengrajin tersebut dengan memberi bantuan alat teknologi yang lebih modern. Karena menurut Sarno, pengerjaan sapu ijuk tersebut masih menggunakan sistem manual.

"Alangkah baiknya, pemerintah dapat merespon. Dan juga diadakan pelatihan yang intensif kepada anak-anak muda sehingga kerajinan ini ada yang meneruskan," ujar Sarno. Potensi sapu ijuk di Dusun Sindanglangu memang memiliki prospek yang bagus. Apalagi didukung dengan respon pihak pemerintah.

Sementara ini, baru dua sentra yang menjadi pusat produksi di dusun tersebut. Menurut keterangan Sarno, walaupun baru dua pusat produksi tetapi jangkauannya sudah sampai ke kota-kota besar seperti Jakarta, Tangerang, dan Solo. (Tulisan ini dikirim oleh Rachman, Cilacap)