Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 12 Mei 2017 | 11:19 WIB
  • Siapkan Generasi Milenial untuk Jadi Pemimpin

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • mawarsetyani
Siapkan Generasi Milenial untuk Jadi Pemimpin
Photo :
  • U-Report
Ilustrasi Gen Y

VIVA.co.id – Saat saya pulang untuk menengok orang tua di Lampung tahun lalu, saya sudah menikmati jalanan mulus dan nyaman, padahal sebelumnya rusak sangat parah. Ketika saya berkomentar, "Wah, jalannya sekarang bagus ya", adik saya yang menjemput dari bandara menjawab, "Ini jasa gubernur baru. Berdarah muda, serius dan semangat. Namanya Ridho Ficardo."

Ternyata, gubernur Lampung ini termasuk generasi Y atau generasi milenial, karena kelahiran tahun 1980. Setelah saya searching di dunia maya, ternyata di panggung politik banyak pemimpin generasi Y bermunculan. Ada Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan (kelahiran 1989), Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak (kelahiran 1984) dan wakilnya M Nur Arifin (kelahiran 1990), Gubernur Zumi Zola (kelahiran 1980), dan Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad (kelahiran 1987).

Menurut Neil Howe dan William Strauss dalam Millennials Rising: The Next Great Generation, 2000, generasi Y bisa menjadi pahlawan (hero) jika mampu mengatasi krisis. Jika gagal, energi besar mereka bisa berubah negatif dan mengakibatkan kediktatoran dan kerugian-kerugian lainnya.

Dalam lima tahun ke depan, Gen Y akan mulai mendominasi level pimpinan di berbagai institusi, termasuk institusi bisnis tentunya. Keliru menyiapkan Gen Y menjadi pemimpin, akan berakibat fatal. Yakni bangkrutnya bisnis atau setidaknya penurunan kinerja.

Gen Y yang tidak suka digurui, butuh diakui, dan senang diberdayakan, memerlukan pekerjaan yang penuh tantangan. Sebelum mereka benar-benar siap menjadi pemimpin, mereka sebaiknya diberi tugas-tugas yang menantang, diberi feedback yang tajam dan pendampingan yang memadai.

Perubahan yang begitu cepat, "memaksa" perusahaan perlu segera menyiapkan Gen Y menjadi pemimpin. Mereka lebih terbuka, adaptif dan cepat dalam menghadapi perubahan. Sangat berbeda dengan generasi sebelumnya (baby boomers, gen X). Bersiaplah menggali "kuburan" bila Anda belum siap menjadikan Gen Y menjadi pemimpin. Karena mengangkat Gen Y menjadi pemimpin tanpa dibekali ilmu memadai sama saja dengan bunuh diri.

Segera bekali Gen X yang sudah punya jam terbang untuk memimpin. Dan Gen Y yang sedang mulai memimpin untuk punya bekal yang cukup dalam memimpin lintas generasi yang ada dalam timnya. Selain itu, membekali mereka akan menjaga perusahaan Anda terus berjaya, karena para pemimpinnya memahami prinsip-prinsip yang mampu menggerakkan generasi yang berbeda untuk saling bekerja sama meraih tujuan yang telah disepakati. (Tulisan ini dikirim oleh Jamil Azzaini, CEO Kubik Leadership)