Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 22 Mei 2017 | 12:31 WIB
  • Guru-guru SMK Ini Dapat Bimbingan dan Konseling UNNES

  • Oleh
    • Syahdan Nurdin,
    • sigith
Guru-guru SMK Ini Dapat Bimbingan dan Konseling UNNES
Photo :
  • U-Report
BK UNNES Mengabdi dalam memberikan pelatihan bimbingan dan konseling.

VIVA.co.id – Tim Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang memberikan pelatihan kepada Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Kota Semarang selama 2 hari, Jumat dan Sabtu (19-20/05/2017).

Acara ini dihadiri oleh perwakilan guru BK SMK yang berada di Kota Semarang. Pelatihan dengan tema “Pengembangan kompetensi profesional bagi guru BK/konselor melalui pelatihan mind skills dalam proses konseling” ini menjadi salah satu wujud komitmen Unnes sebagai rumah ilmu sekaligus pengembang peradaban unggul.

Hal ini sejalan pula dengan vis dan misi prodi BK, yaitu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu Bimbingan dan Konseling yang memandirikan.

Mulawarman, Ph.D sebagai ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa masih banyak konselor atau guru BK di sekolah yang belum mengaplikasikan konseling sesuai pribadi teraputik. Seorang konselor tidak hanya dituntut untuk bisa melakukan praktik konseling dengan pendekatan dan teknik saja.

Akan tetapi harus berbasis pada pribadi teraputik dan salah satunya, yaitu mengelola kemampuan atau keterampilan berpikir atau mind skills. Melalui mind skills konselor diharapkan akan lebih bisa mengelola kemampuan kognitifnya dalam proses konseling, karena dalam praktik konseling konselor memerlukan kemampuan berpikir yang tinggi agar tidak terjadi bias atau pemikiran tidak logis dalam proses konseling.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari penuh dan lancar tanpa kendala, Hindun Sri Rahmawati S.Pd salah satu peserta dari SMK N 7 Semarang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyenggara.

Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagaimana para guru BK di SMK Kota Semarang mendapat wawasam tentang mind skills sehingga dapat memperbaiki jika selama ini ada proses konseling yang salah atau kurang efektif.  “Harapan saya ke depangnya jadi lebih baik,” jelas Hindun.

Para peserta lain pun beharap pelatihan ini bukan hanya dilakukan sekali akan tetapi secara berkelanjutan dengan tema-tema yang berbeda untuk peningkatan kompetensi para praktisi/guru  BK di lapangan. (Tulisan ini dikirim oleh Sigith, Semarang)