Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 21 Juni 2017 | 12:31 WIB
  • Bingkisan Lebaran untuk Tegar Si Bocah Yatim Piatu

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Enuy Nuryati
Bingkisan Lebaran untuk Tegar Si Bocah Yatim Piatu
Photo :
Bingkisan Lebaran untuk Tegar yang yatim piatu.

VIVA.co.id – Tegar (5), seolah nama itu wajib disandingkan dengannya. Kehidupannya yang pahit sejak dilahirkan menjadikan dia harus hidup tegar, setegar karang. Sejak berusia tujuh hari, ibunya lari dari rumah dan meninggalkan Tegar. Ia dibesarkan oleh bapak, nenek dan kakek dari pihak bapaknya.

Saat Tegar berusia satu tahun, bapaknya mengalami stroke. Di usia 3 tahun, bapaknya meninggal dunia. Dan setahun sebelumnya, ibu Tegar pun meninggal dunia. Sejak itu Tegar pun menjadi anak yatim piatu. Nenek dan kakeknya merawat Tegar dengan penuh kasih sayang. Mereka kini hidup di rumah yang hanya berukuran kecil.

Selain kasih sayang dari nenek dan kakeknya, dia pun banyak mendapatkan perhatian dari para tetangga. Terkadang saat Tegar mendapat uang dari para tetangga, Tegar langsung memberikannya kepada nenek untuk modal kakeknya yang berjualan balon di sekolah-sekolah. Hal tersebut dilakukan karena Tegar mengetahui neneknya sedang terbelit utang.

Menurut neneknya yang disampaikan kepada Rumah Yatim, bahwa utang yang dimilikinya kepada rentenir sebesar Rp.1,5 juta dan setiap bulannya ia harus membayar Rp.250 ribu. Sedangkan penghasilan kakek setiap harinya tidak menentu.

Rumah Yatim Jawa Barat bertemu dengannya dalam acara pembagian bingkisan Lebaran yang dilakukan dari rumah ke rumah di Jl. Lemah Hegar, RT 05 RW 04, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong.

Saat tim ke sana, terlihat sebuah rumah yang sangat kecil. Setelah masuk, tim pun duduk di ruang tamu yang hanya muat untuk tiga orang berdesakan. Terlihat pembatas ruangan yakni rak baju yang sudah kusam menghalangi antara kamar dan dapur yang sengaja dibuat bersatu karena sempitnya lahan.

Sesuai maksud dan tujuan, Rumah Yatim pun langsung memberikan parcel Lebaran dan uang tunai kepada Tegar yang saat itu sedang duduk di samping neneknya. Mendengar kisah Tegar dari neneknya, Rumah Yatim berencana akan mengangkat Tegar menjadi anak asuh mukim yang tinggal di asrama. Namun, nenek dan kakeknya masih berat menerima tawaran tersebut. Jika masih keberatan, rencananya Tegar akan dijadikan anak asuh non mukim.

Dengan rasa hormat dan terima kasih, nenek Tegar mengungkapkan perasaannya kepada pihak Rumah Yatim. “Terima kasih sudah memberikan perhatian kepada cucu saya, semoga Rumah Yatim bisa terus membantu kami,” papar neneknya yang melihat rona bahagia Tegar saat menerima bingkisan Lebaran. (Tulisan ini dikirim oleh Enuy Nuryati)