Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 22 Juni 2017 | 11:13 WIB
  • Ini Titik-titik Kemacetan di Jalur Tengah

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • yudhiprasetyo79
Ini Titik-titik Kemacetan di Jalur Tengah
Photo :
  • U-Report
Petugas Dinas Perhubungan berusaha mengatur lalu lintas di Flyover Kretek.

VIVA.co.id – Walaupun empat flyover telah difungsikan yakni Flyover Dermoleng dan Kretek di Kabupaten Brebes, flyover Klonengan dan Kesambi di Kabupaten Tegal, namun potensi kemacetan tetap ada bagi pemudik yang hendak menuju selatan seperti Banyumas, Yogyakarta dan sekitarnya. Titik-titik rawan kemacetan tersebut biasanya terjadi di Pasar Kesambi.

Letak pasar yang berada di samping jalan membuat lalu lalang pengunjung pasar memaksa kendaraan yang melintas memperlambat laju kendaraannya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kondisi tersebut ditambah dengan angkutan umum yang ngetem menunggu penumpang di sisi jalan sehingga sedikit menghambat laju kendaraan pemudik.

Di titik Karangsawah juga berpotensi terjadi penumpukan kendaraan. Hal tersebut dikarenakan ada perlintasan kereta api sebidang. Di perlintasan tersebut rencananya akan dibangun flyover seperti di Dermoleng, Klonengan, Kesambi, dan Kretek. Namun, rencana pembangunan tersebut urung dilakukan.

Untuk menghindari kemacetan di perlintasan kereta api Karangsawah, pemudik bisa membelokan kendaraannya ke arah kiri masuk ke jalan alternatif Karangsawah-Purwodadi-Linggapura. Namun, selepas jalan alternatif tersebut, bertemu dengan pasar yang juga berpotensi menimbulkan kemacetan.

Pasar Linggapura di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes juga kerap menimbulkan penumpukan kendaraan. Hal tersebut selain adanya aktivitas pasar juga ada pertemuan arus dari arah utara atau Brebes dan dari arah Bumijawa Tegal. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, petugas kepolisian dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas. Mengingat pertemuan arus di Pasar Linggapura belum dipasang lampu lalu lintas.

Jalur alternatif lain yang bisa dilalui pemudik yakni jalur Negaradaha-Kretek. Pemudik bisa berbelok ke kiri menuju jalan Negraradaha setelah memasuki jalan lingkar Bumiayu. Namun, karena jalan alternatif tersebut melintasi underpass kereta api, hanya kendaraan pribadi dan sepeda motor saja yang bisa melintas di jalur alternatif tersebut. Sementara untuk kendaraan besar tetap menggunakan jalur biasa.

Jalan Raya Paguyangan selepas Kota Bumiayu hingga flyover Kretek juga patut diwaspadai. Pasalnya, jalan dengan kontur lurus, namun bergelombang tersebut menggoda pengendara untuk memacu kendaraannya lebih kencang. Apabila pengemudi tidak waspada kecelakaan bisa saja terjadi. (Tulisan ini dikirim oleh Yudhi Prasetyo)