Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 22 Juni 2017 | 11:52 WIB
  • Belajar Keikhlasan dari Para Lansia Pejuang Kehidupan

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Herdian Armandhani
Belajar Keikhlasan dari Para Lansia Pejuang Kehidupan
Photo :
Bantuan untuk para lansia pejuang kehidupan.

VIVA.co.id – Komunitas Ketimbang Ngemis Bali mendapat kepercayaan dari salah satu instansi perbankan syariah untuk mendatangkan sosok-sosok pejuang kehidupan dalam agenda buka puasa bersama karyawan bank syariah yang diadakan pada Rabu, 14 Juni 2017.

Sosok-sosok yang didatangkan untuk berbagi pengalaman hidup di hadapan ratusan pegawai bank syariah ini di antaranya sosok Nenek Supinah yang berprofesi sebagai penjual mainan, Kakek Jumangin yang berprofesi sebagai pengamen keliling, dan Abah Bandung atau Abah Amod yang berprofesi sebagai penjual jasa sol sepatu.

Ketiga sosok pejuang kehidupan ini meski tubuh mereka sudah termakan usia, tapi masih mau bekerja dengan halal dan tidak mau meminta-minta. Ketiga sosok ini memberikan pengalaman hidup mereka ke ratusan pegawai bank syariah yang hadir dalam agenda buka puasa bersama itu.

Sosok-sosok mulia yang diajak oleh Komunitas Ketimbang Ngemis Bali ini menjadi contoh bahwa sesusah apapun hidup seseorang, janganlah berpasrah diri dengan keadaan. Namun, harus berusaha dan tidak lupa untuk berdoa.

Suasana menjadi penuh haru saat sosok-sosok pejuang kehidupan diberikan bantuan oleh pimpinan instansi perbankan syariah tersebut. Sosok-sosok pejuang kehidupan ini malah menolak diberikan donasi bahkan meminta panitia untuk menyumbangkannya ke anak-anak yatim. Sontak saja para peserta buka puasa bersama yang didominasi kaum hawa langsung meneteskan air mata.

Beberapa sosok pejuang kehidupan ini ada yang harus diangkat menggunakan kursi roda karena masih dalam tahap penyembuhan. Salah satunya Nenek Supinah yang harus menggunakan kursi roda. Nenek Supinah menjadi korban tabrakan dari pengendara motor ugal-ugalan saat ia sedang menjajakan mainan yang ia jual di Lapangan Puputan Badung.

Irish Samantha, pengurus harian Komunitas Ketimbang Ngemis Bali mengatakan bahwa kedatangan sosok-sosok pejuang kehidupan di instansi-instansi seperti perbankan syariah ini bisa membuka mata hati setiap individu untuk lebih peka dan mau membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan di sekitar kita.

“Mudah-mudahan melalui kehadiran sosok-sosok pejuang kehidupan di kantor ini, bisa mengajak masyarakat untuk mau memberikan bantuan kepada sosok-sosok pejuang kehidupan yang masih bekerja secara halal tanpa meminta-minta,” katanya. Irish juga menambahkan bahwa tanggung jawab membantu sosok-sosok pejuang kehidupan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, namun seluruh masyarakat Indonesia tanpa pandang bulu. (Tulisan ini dikirim oleh Herdian Armandhani, Denpasar, Bali)