Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 5 Juli 2017 | 13:35 WIB
  • Hakikat Kemenangan Idul Fitri dan Semangat Membangun Bangsa

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Deni Yusup
Hakikat Kemenangan Idul Fitri dan Semangat Membangun Bangsa
Photo :
  • ANTARA
Ilustrasi salat Idul Fitri.

VIVA.co.id – Hari Raya Idul Fitri telah tiba, menandakan ibadah puasa sebulan penuh telah berakhir. Kemenangan datang seiring dengan kemenangan yang hakiki bagi orang yang menjalankannya. Malam Idul Fitri dirayakan dengan melakukan takbir, mengumandangkan asma-asma Allah semalaman sampai fajar dan dilanjutkan dengan salat Idul Fitri.

Kemenangan bagi orang yang beribadah puasa dan merayakan Idul Fitri untuk menandakan kemenangan orang muslim yang keluar sebagai pemenang. Ini hakikat kemenangan yang ditandai dengan terwujudnya kualitas keimanan meningkat. Sebagai modal untuk meningkatkan keimanan di luar bulan puasa.

Kemenangan ini menjadi pertanda bahwa seseorang mendapatkan hak selaku orang beriman yang taat kepada Sang Pencipta dengan menjalankan perintah-Nya. Kemenangan ini menjadi motivasi bagi orang Muslim untuk menandakan kehidupan di dunia yang lebih baik.

Karena pada dasarnya, orang yang memiliki keimanan yang kuat akan memberikan efek universal terhadap lingkungan duniawi. Karena waktu di dunia ini menjadi media untuk memupuk nilai keimanan dan amaliah. Jadi ini makna hakiki bagi orang yang beriman.

Mari kita wujudkan masyarakat beriman yang akan memberikan manfaat bagi lingkungan duniawinya. Ada anggapan kalau orang terlalu religius akan mengabaikan duniawi. Itu anggapan yang salah. Karena dunia ini menjadi media orang beriman untuk mengisi dan memajukannya.

Jika bangsa ini ingin maju dan keluar dari ketidakadilan, kita harus ciptakan generasi beriman yang memiliki kekuatan iman, bersandarkan dalam kehidupan sehari-hari pada sang pencipta-Nya. Kalau ini terwujud, maka akan terjadi kejayaan terus di bangsa ini. Karena keyakian ilahiahnya yang tinggi, membuat orang berbuat yang terbaik untuk bangsanya.

Semoga kita adalah bagian orang yang beriman itu. Yang menjadi ujung tombak dalam setiap perubahan di bangsa ini. Orang beriman akan selalu cinta pada lingkungannya dan akan selalu memajukan bangsanya. Kemenangan yang didapatkan pada hari Idul Fitri ini sebagai vitamin keimanan dan vitamin untuk mengubah kehidupan berbangsa ini untuk terus dan terus maju.

Orang beriman tidak akan membiarkan ketidakadilan itu terjadi. Keadaan ekonomi bangsa ini makin terpuruk. Karena itu, sudah saatnya kita semua melakukan yang terbaik untuk membangun bangsa ini. Agar kita tidak lagi melihat rakyat yang tidak bisa makan dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Musuhnya orang beriman adalah kemiskinan. Kita harus keluar dan merdeka secara ekonomi. Ini bagian dari sifat pribadi yang religius yang tidak suka dengan kemiskinan. Kita berharap efek dominan dari kemenangan Idul Fitri ini betul-betul dapat dirasakan oleh semua orang. Semoga kita menjadi pelopor perubahan yang dimiliki dari kemenangan Idul Fitri ini. (Tulisan ini dikirim oleh Deni Yusup, M. Si, Peneliti Nusantara Riset dan Pengurus Pusat Masika ICMI)