Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 7 Juli 2017 | 13:37 WIB
  • Jokowi-Obama, Pemimpin yang Lahir di Era Demokrasi Modern

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Deni Yusup
Jokowi-Obama, Pemimpin yang Lahir di Era Demokrasi Modern
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Obama saat Bertemu Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor.

VIVA.co.id – Obama mudik ke Indonesia. Seperti banyak diberitakan media tentang kedatangan Obama ke Indonesia dalam rangka berlibur sekaligus menyapa bangsa Indonesia. Dengan rangkaian kegiatan pribadi, berlibur ke Bali dan Jogja serta ditutup dengan Jakarta untuk menghadiri undangan Kongres Diaspora Indonesia.

Selama Obama di Bali dan Yogyakarta, ia berhasil menjadi perhatian publik Indonesia. Selaku mantan Presiden Amerika yang dulu menjadi presiden Amerika pertama yang  berasal dari kulit hitam, walapun Obama dibesarkan oleh neneknya yang berkulit putih.

Obama, mantan presiden Amerika yang terkenal sebagai sosok pemimpin yang cerdas dan menjunjung tinggi nilai toleransi serta memiliki kemampuan yang mumpuni selaku pemimpin. Itu bisa kita lihat saat ini. Walaupun beliau tidak menjadi presiden lagi, tetapi daya tarik kepemimpinannya masih diakui seluruh dunia.

Sosok Obama sangat fenomenal sebagai pemimpin yang lahir di abad modern. Menjadi inspirasi bagi calon pemimpin-pemimpin di penjuru dunia. Beliau kembali ke Indonesia untuk berlibur serta memberikan sambutan dan pencerahan  di acara Kongres Diaspora.

Di sela waktu berlibur dan menghadiri acara kongres diaspora, Obama selaku mantan presiden Amerika disambut oleh Jokowi selaku presiden Indonesia. Sambutan hangat yang dilakukan oleh Jokowi selaku pemimpin bangsa Indonensia terhadap Obama menunjukkan keakraban di antara dua sosok pemimpin. Publik pun bisa melihat dan menyaksikan sendiri hal tersebut.

Pertemuan dua pemimpin ini sebenarnya dalam hubungan diplomatik kenegaraan mungkin tidak terlalu sakral. Karena Obama saat ini sudah tidak memimpin Amerika lagi. Tetapi ini menjadi lebih substansi dalam makna mempererat hubungan emosional antara Presiden Jokowi dan Obama, selaku mantan presiden Amerika yang begitu dielu-elukan selagi memimpin Amerika.

Kita mengetahui bersama, Obama, presiden yang diusung oleh Partai Demokrat tentu memiliki sumber daya dan kekuatan pengaruh kepemimpinan yang sangat luar biasa. Pertemuan kedua pemimpin ini sangat menarik untuk dibahas dalam konteks relasi personal dan negara. Jokowi selaku pemimpin Indonesia berkomunikasi secara emosional dengan mantan pemimpin Amerika yang bisa berdampak positif bagi generasi berikutnya.

Ditambah ada komitmen dari Obama, beliau selaku pemimpin sekaliber dunia bersedia berkomunikasi dan bekerjasama dengan generasi muda Indonesia dalam penguatan sumber daya manusia. Ini yang lebih substansi. Karena kita dapat kesempatan untuk bisa mendapatkan akses belajar dan mengembangkan sumber daya manusia untuk kemajuan bangsa kita.

Komunikasi pemimpin ini sangat penting dalam upaya penguatan generasi ke depan. Jokowi dan Obama adalah pemimpin  yang lahir di abad modern. Yang memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Pemimpin yang bisa menjawab tantangan dalam masanya nanti. Relasi dengan pemimpin dunia akan membawa kita memiliki jiwa yang besar dan motivasi tersendiri untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang handal. (Tulisan ini dikirim oleh Deni Yusup, Peneliti Nusantara Riset dan Pengurus Pusat Masika ICMI)