Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 11 Juli 2017 | 13:52 WIB
  • Gathering Kumbang 2017, Lebih Dekat dengan Konservasi Alam

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Herdian Armandhani
Gathering Kumbang 2017, Lebih Dekat dengan Konservasi Alam
Photo :
Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar.

VIVA.co.id – Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar (EH) mengadakan kegiatan Kumbang atau Kumpul Belajar Bareng 2017 yang diselenggarakan pada 8 sampai 9 Juli 2017 yang berlokasi di D’Abode Villa, Jalan Pengembak No 42, Sanur, Denpasar. Kegiatan Kumbang 2017 dihadiri 20 peserta yang terdiri dari pengurus dan para relawan Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar.

Kegiatan Kumbang 2017 diisi dengan berbagai materi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan konservasi lingkungan. Sutan Tantowi Dermawan, Ketua Kegiatan Kumbang 2017 memaparkan materi tentang organisasi WWF dan kegiatan konservasi yang dilakukan selama ini.

Materi yang dibawakan Sutan merupakan materi saat dirinya mengikuti agenda Kumbang Nasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sutan juga menjelaskan crative campaign yang dilakukan WWF dalam mengangkat isu-isu lingkungan yang hangat di masyarakat.

Sementara, Koordinator Kota Earth Hour Denpasar, Andri Purba membawakan dua buah materi yakni Konservasi Spesies Hiu Paus beserta Tantangannya dan Kampanye Beli yang Baik. Dalam materi Konservasi Spesies Hiu Paus beserta Tantangannya, Andri secara detail menjelaskan mengenai satwa hiu paus (nama lokal gurano bintang) yang patut untuk dilindungi.

Hiu paus dilindungi karena spesiesnya saat ini mulai terancam. Satwa yang sangat jinak dan bersahabat dengan manusia ini ternyata tidak memiliki taring seperti hiu pada umumnya. Hiu paus mengambil makanan dengan cara membuka dan menutup mulutnya layaknya mesin penghisap. Hanya saja, karena satwa ini tidak bisa membedakan antara sampah dan plankton maka cepat sekali satwa ini mati.

Secara tidak langsung, manusia membunuh satwa betotol ini karena sampah plastik yang dibuang dan mengalir begitu saja ke laut. “Untuk itulah, melalui kegiatan Kumbang 2017 ini kita mengajak teman-teman sekalian untuk mengedukasi masyarakat yang ada di lingkungannya masing-masing untuk mengurangi sampah plastik yang secara tidak langsung memengaruhi kepunahan hiu paus,” pungkasnya.

Untuk materi Kampanye Beli yang baik, Andri mengajak para pengurus dan relawan Earth Hour Denpasar untuk menjadi green consumer dengan cara membawa botol minuman (tumbler) ketika bepergian, menggunakan alat transportasi publik, beralih ke makanan yang cara pengolahannya tidak merusak lingkungan, menghemat pemakaian listrik, membawa tas belanja dari kain saat pergi belanja ke pasar tradisional atau supermarket, dan masih banyak lagi.

Kegiatan Kumbang 2017 juga diisi dengan rapat evaluasi kegiatan Earth Hour yang telah berjalan dan akan dilakukan. Hal yang paling seru adalah kegiatan games di kolam renang yang diikuti oleh semua anggota Komunitas Earth Hour. Semua peserta nampak begitu gembira dan menikmati sesi games ini.

Teddy C Putra, salah satu relawan Earth Hour yang mengikuti gathering Kumbang 2017 mengaku bahwa kegiatan Kumbang 2017 sangat bermanfaat bagi para relawan. Karena bisa lebih menambah wawasan mengenai konservasi lingkungan dan cara melakukan aksi nyata untuk mendukung pelestarian lingkungan. “Sangat bermanfaat bagi saya, dan menjadi lebih paham mengenai konservasi lingkungan dan aksi nyata dalam pelestariannya,” tuturnya. (Tulisan ini dikirim oleh Herdian Armandhani, Denpasar, Bali)