Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 12 Juli 2017 | 11:01 WIB
  • Kuota Haji 2017 di Brebes Turun

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • yudhiprasetyo79
Kuota Haji 2017 di Brebes Turun
Photo :
  • U-Report
Acara bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Brebes.

VIVA.co.id – Walaupun ada penambahan kuota haji sebanyak 20 persen dari Arab Saudi, namun kuota haji Kabupaten Brebes turun menjadi 1.169 calon haji dari tahun sebelumnya yakni 1.248 orang. Dari data yang ada, pada tahun 2015 jumlah kuota haji Brebes sebanyak 983 orang dan meningkat di tahun 2016 menjadi 1.248 orang.

“Jumlah kuota Brebes turun untuk tahun 2017, meskipun ada kenaikan kuota 20 persen dari Arab Saudi, yakni sebanyak 1.169 calon haji,” kata kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes.

Dari jumlah yang berangkat tersebut sudah termasuk Tim Petugas Haji Daerah (TPHD). Petugas tersebut nanti akan mendampingi calon haji. Mulai dari keberangkatan hingga kembali ke daerah masing-masing. Mereka akan berangkat dalam empat Kelompok Terbang atau Kloter, yakni kloter 8, 51, 52 dan 53.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Sosial, H Athoillah Syatori M. Si mengajak kepada jemaah calon haji Brebes untuk mematuhi segala petunjuk yang diberikan oleh para instruktur. Pasalnya, para pemberi materi telah berpengalaman dalam menjalani ritual ibadah haji. Termasuk petunjuk dokter dan tenaga medis, agar terjaga kesehatannya saat menjalani peribadatan.

“Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik dan psikis. Untuk itu, kesiapan lahir batin harus dimiliki para calon haji,” kata Athoillah saat membuka bimbingan manasik jemaah calon haji Kabupaten Brebes di Islamic Center, Jalan Yos Sudarso, Brebes, Selasa (11/7).

Para petugas haji, menurut Athoillah, biasanya dipaido atau dirasani (diomongkan) saat menjalani tugas. Hal ini karena para calon haji mengganggap para petugas haji sudah menguasai seluruh materi ibadah haji dan mampu melayani jemaah dengan sepenuh hati.

Athoillah berpesan, meskipun ada yang sudah menunaikan ibadah haji berkali-kali, namun perkembangan di tanah suci sangat pesat sehingga perlu mencari tahu hal-hal baru. Alangkah bijaksananya bila seluruh jemaah calon haji mengikuti kegiatan manasik dengan penuh antusias. Bekal ilmu yang disampaikan para pembimbing, akan sangat berguna selama perjalanan ibadah haji. (Tulisan ini dikirim oleh Yudhi Prasetyo, Brebes)