Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 24 Juli 2017 | 11:58 WIB
  • Pengabdian di Daerah Terpencil untuk Pemerataan Pendidikan

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Ikbal Abbas
Pengabdian di Daerah Terpencil untuk Pemerataan Pendidikan
Photo :
Komunitas Sikola Inspirasi Alam.

VIVA.co.id – Sikola Inspirasi Alam atau SIA adalah komunitas sukarelawan yang bergerak di bidang pendidikan. Tujuannya adalah membangun pendidikan di daerah pegunungan dan pedalaman demi tercapainya pemerataan pendidikan. SIA memiliki visi terwujudnya generasi terdidik yang religius dan peduli terhadap kehidupan masyarakat serta alam sekitar.

Adapun misi dari komunitas ini antara lain ingin melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan mengirim relawan ke daerah yang membutuhkan, menggunakan alam sebagai media pembelajaran, menyelenggarakan dan terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat, mengembangkan budaya religius melalui kegiatan keagamaan, dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak demi terciptanya tujuan komunitas.

Selama tahun pertama lalu, SIA fokus pada satu lokasi, yaitu Sikola Alam Lappara (SAL). Sekolah ini berada di kaki gunung Patonttongan, Dusun Lappara, Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Sulawesi Selatan. Sekolah ini berstatus kelas jauh SD 65 Kompang, namun terlantar karena aksesnya. Keterbatasan fasilitas seperti listrik, jarak, sinyal, ruang kelas, dan bahan ajar menjadi kendala yang harus dialami pengajar sekolah ini.

Sekolah yang dibangun di atas tanah berukuran 12 meter persegi ini dibangun oleh hasil swadaya masyarakat dan anak-anak pencinta alam. Untuk sampai ke lokasi ini, relawan harus berjalan kaki sekitar 2 km selama 2 jam dari Desa Kompang ke Dusun Lappara. Relawan harus melalui jalan setapak dengan kemiringan 45 sampai 60 derajat.

Tepat pada tanggal 20 Juli 2017 kemarin, merupakan pemberangkatan relawan angkatan pertama di lokasi pengabdian untuk tahun kedua. Lokasinya yaitu di Dusun Cindakko, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Lokasi tersebut tidak jauh beda dengan lokasi sebelumnya. Masih sama-sama menyandang status tertinggal secara letak geografis, terlebih lagi pada perkara pendidikan.

“Saya selalu percaya bahwa berbagi ilmu adalah bagian dari zakat selain harta. Kita sudah mendapat banyak hal di dunia ini. Jadi, sewajarnyalah kita membagikan yang kita miliki, termasuk ilmu dan tenaga kita,” ujar Kepala sekolah SIA, yang kerap disapa Kak Riya, relawan sekaligus tutor di BTA Jakarta cabang Sulawesi Selatan.

Peran dan kontribusi Komunitas Sikola Inspirasi Alam dalam usia setahun pengabdian di daerah terpencil dapat dikatakan menunjukkan pengaruh dan manfaat dari segi peningkatan mutu pendidikan serta karakter siswa di daerah pengabdian. Meskipun dalam pencapaian berupa angka atau statistika belum mencapai hasil maksimal, namun dari segi pengenalan nilai-nilai dan pengetahuan telah mencapai hasil maksimal terutama di Lappara.

“Harapan ke depan, kita akan bersama-sama menjadi solusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Serta membawa pengaruh dan kontribusi yang lebih terhadap peningkatan dan pemerataan pendidikan terutama di daerah yang membutuhkan,” ujar Fatir, selaku founder Komunitas tersebut. (Tulisan ini dikirim oleh Ikbal Abbas)