Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 24 Juli 2017 | 12:35 WIB
  • Potret Kemiskinan di Desa Banjaranyar Tegal

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Sinta Guslia
Potret Kemiskinan di Desa Banjaranyar Tegal
Photo :
Berbagi di Desa Banjaranyar.

VIVA.co.id – Kemiskinan masih tetap menjadi problem utama bangsa Indonesia yang harus segera diperangi. Kemiskinan di pedesaan salah satunya. Kemiskinan kini menjadi suatu identitas yang melekat dengan pedesaan seperti warisan yang diterima turun-temurun. Sehingga tidak heran, banyak penduduk desa yang mengadu nasib baik di kota atau menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Desa Banjaranyar, Kecamatan Balapulang, Tegal salah satunya. Dikarenakan penduduknya dominan hidup di bawah garis kemiskinan, banyak penduduk di usia produktif mengadu nasib ke kota. Hal tersebut telah menjadikan para lansia dan janda mendominasi desa tersebut. Sedangkan, untuk penduduk usia produktif di Banjaranyar yang masih tersisa, mereka mempertahankan hidupnya dengan menjadi buruh tani, bekerja serabutan, dan pedagang keliling.

Rumah Yatim cabang Tegal yang mengetahui hal tersebut dari salah satu relawan langsung beraksi menyalurkan bantuan peduli sesama kepada penduduk Banjaranyar. Sebanyak 20 penduduk terpilih di wilayah tersebut telah mendapat bantuan. “Sebelum penyaluran, kami telah menyurvei lokasi terlebih dahulu. Sebanyak 20 penduduk Banjaranyar yang notabenenya sangat kurang mampu akan menjadi penerima bantuan,” kata Syafrudin, kepala cabang Rumah Yatim Tegal.

Syafrudin mengungkapkan bahwa penyaluran ini dilakukan secara door to door. Karena dengan cara penyaluran seperti ini Syafrudin bersama tim menjadi lebih tahu kondisi penduduk penerima bantuan. salah satu di antaranya Raweng, lansia berusia 71 tahun yang hanya bisa terbaring di kasur lusuhnya. Beliau tidak menyangka akan mendapat bantuan. “Terima kasih duwur kabeh, kebaikan lan kepeduliannya karo enyong,” ungkap Raweng penuh haru dalam bahasanya yang berarti terima kasih atas semua kebaikan dan kepeduliannya.

Tidak hanya Raweng, ke 19 mustahik penerima bantuan lain pun merasakan dan mengungkapkan hal yang sama. “Alhamdulillah, proses penyaluran berjalan sukses dan lancar. Banyak sekali pengalaman berharga yang kami dapat. Semoga bantuan yang kami salurkan ini bisa menjadi manfaat untuk mereka,” ungkap Syafrudin.

Rumah Yatim yang telah resmi menjadi Lembaga Amil Zakat akan terus berupaya membantu sesama dan mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Karena dalam Islam, peran zakat yang tepat dapat dijadikan salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan. “Semoga amanah zakat yang dititipkan para donatur kepada Rumah Yatim bisa menjadi salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan negeri ini,” tutup Syafrudin. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)