Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 28 Juli 2017 | 17:10 WIB
  • Perjuangan Siti Menghidupi Anak dan Adik-adiknya

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Sinta Guslia
Perjuangan Siti Menghidupi Anak dan Adik-adiknya
Photo :
Bantuan untuk Siti dan adik-adiknya.

VIVA.co.id – Demi memperbaiki nasib, banyak warga Indonesia memilih menjadi tenaga kerja Indonesia keluar negeri, salah satunya ke Malaysia. Seperti yang dilakukan oleh ibu dari Ari, seorang anak yatim asal Desa Nyur Lembang Daye, Lombok Barat. Ia dititipkan kepada kakaknya Siti (15) yang menikah di usia dini.

Cita-cita untuk memperbaiki nasib tak kunjung terjadi. Justru di Indonesia, anak-anaknya hidup dalam serba kekurangan. Karena kekurangan itupun, Rumah Yatim NTB berkunjung dan memberikan santunan sembako kepada mereka.

Siti, di usia belianya dia menikah dengan seorang pemuda yang bekerja serabutan. Pernikahan mereka dikaruniai satu orang anak yang berusia 6 bulan. Namun miris, berat badan bayi kecil itu jauh dari normal. Di usianya kini, dia hanya memiliki berat badan 3 kg saja.

Di tengah kesulitan membesarkan buah hatinya, Siti pun harus terbebani dengan mengurus kedua adiknya yang masih di bawah umur. Yakni, Ari (8) dan adik perempuannya yang masih berusia 6 tahun.

Mereka hidup di rumah yang kurang layak. Bukan karena kecilnya rumah yang dimiliki dan segala bentuk aktivitas yang hanya di satu ruangan. Tapi rumah ini pun berdekatan dengan kandang sapi yang setiap harinya mengeluarkan bau yang tidak sedap, padahal penghuninya adalah anak-anak di bawah umur yang perlu dijaga kesehatannya.

Untuk makan sehari-hari, jika tak ada bantuan dari para tetangga, tiga bersaudara ini terpaksa harus mencari dedaunan di kebun orang untuk dijadikan bahan masakan agar mereka tidak kelaparan. Maka, tak heran jika bayi Siti mengalami gizi buruk.

Kondisi-kondisi memprihatinkan tersebut menggerakan Rumah Yatim NTB yang diwakili Salma Hasanah untuk mengajak mereka tinggal di asrama. Dan ajakan tersebut sontak membuat kakak beradik ini senang.

Tapi hal itu tak begitu mudah, karena mereka di bawah umur dan tentu harus mendapatkan persetujuan dari ibu atau walinya di NTB selain Siti dan suaminya. “Mereka sangat bahagia. Dan mudah-mudahan Allah melancarkan semuanya sehingga kami bisa membantu dan menyelamatkan mereka,” papar Salma. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)