Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 2 Agustus 2017 | 17:17 WIB
  • Senyuman Ari, Anak Yatim yang Kini Bisa Bersekolah Lagi

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Enuy Nuryati
Senyuman Ari, Anak Yatim yang Kini Bisa Bersekolah Lagi
Photo :
Ari kini bisa bersekolah kembali.

VIVA.co.id – Matanya berbinar menunggu Kepala Dusun atau Kadus Nyurlembang Daye, Lombok Barat, yang akan membawanya ke Mataram. Setelah petemuannya dengan Salma Hasanah, Ibu Asrama Rumah Yatim NTB, Ari tak sabar menunggu momen ini. Malam sebelum dijemput pun Ari tak bisa tidur memikirkan dirinya yang akan tinggal di asrama.

Saat Kadus menjemput pun Ari sudah ada di depan pintu rumahnya yang mungil sambil menenteng tas pakaian yang akan dibawanya. “Pada saat saya ke sana, dia benar-benar sudah siap,” ungkap Kadus yang akrab disapa Ibu Caca ini yang tanpa menunggu lama langsung membawa Ari ke Mataram.

Ari merupakan anak yatim polos yang ditinggalkan ibunya ke Malaysia untuk menjadi tenaga kerja wanita. Sejak ditinggal ibunya, diapun hidup bersama kakak perempuannya Siti (15), kakak ipar, adik perempuan, dan juga keponakan yang berusia  6 bulan namun memiliki berat badan hanya 3 kg akibat gizi buruk.

Mereka hidup di rumah yang kurang layak yang berdekatan dengan kandang sapi. Hingga setiap hari kandang tersebut mengeluarkan bau yang mengganggu kesehatan penghuninya terutama bayi kecil Siti yang harusnya mendapatkan perawatan ekstra.

Tak hanya itu, kemalangan pun hampir terjadi setiap hari. Ari dan saudara-saudaranya itu harus menggantungkan hidup pada penghasilan suami Siti yang tentu tak bisa diharapkan karena kadang dia bekerja, kadang tidak.

Maka, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ketiga bersaudara itu terpaksa mencari daun-daun di jalanan atau di kebun milik orang untuk dijadikan bahan masakan. Meski tak disangsikan, kasih sayang dari para tetangga senantiasa menghampiri meski tak setiap hari.

Sesampainya di asrama, Salma menyambut haru Ari yang tak pernah berhenti tersenyum. Ajakan Salma kepada Ari saat memberikan santunan sembako langsung ditanggapi positif oleh Kadus Caca yang sangat peduli terhadap rakyatnya, sehingga dia bisa melihat Ari di hadapannya menjadi anak asuh barunya.

Kini, Ari ada di asrama yang letaknya ada di Jl. Bung Hatta No. 20, Mataram, NTB. Senyuman Ari tak pernah sirna dari wajahnya. Dia bahagia karena mendapatkan apa yang dia inginkan. Kini, dia tak mesti mencari lagi dedaunan untuk makan.

Dia tak kelaparan lagi. Kini, dia bisa belajar dengan senang dan memakai pakaian baru, sepatu baru, tas baru, dan lingkungan sekolah baru. Dan tak ada lagi teriakan kakaknya yang kadang marah-marah karena kondisi yang tak mampu dia tanggung di usia mudanya.

Seminggu sudah Ari di asrama. Meski belum belajar banyak, namun Ari kini sudah mulai bisa beradaptasi dengan teman-temannya. Belajar ngaji, Iqro-nya pun semakin baik dan dia pun kini bersekolah di tempat baru. Dan kehadiran Ari di sekolah tersebut sangat diapresiasi oleh kepala sekolahnya. “Terima kasih karena Rumah Yatim sudah menyelamatkan generasi bangsa,” ungkap kepala sekolahnya.

Rumah Yatim selalu peduli terhadap pendidikan generasi bangsa. Maka, berbagai upaya akan terus dilakukan untuk memberikan pendidikan terbaik khususnya untuk anak-anak kurang beruntung, seperti Ari. Dengan program zakat membawa perubahan, Rumah Yatim berharap anak-anak seperti mereka kelak dapat membawa perubahan besar untuk kemajuan bangsa. (Tulisan ini dikirim oleh Enuy Nuryati)