Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 September 2017 | 00:04 WIB
  • Puji Diplomasi Pemerintah RI Terkait Konflik Rohingya

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Donk Ghanie
Puji Diplomasi Pemerintah RI Terkait Konflik Rohingya
Photo :
  • Kemlu RI
Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Aung San Suu Kyi membahas krisis Rohingya, 4 September 2017.

VIVA.co.id – Kejahatan kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar, telah menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai kecaman disampaikan, mengutuk serangan yang dilakukan oleh tentara Myanmar terhadap warga sipilnya.

Selain telah merenggut korban jiwa dalam jumlah besar, ribuan warga Muslim Rohingya akhirnya terpaksa mengungsi ke negara lain guna mencari perlindungan. Setelah desa-desa mereka dibakar oleh tentara Myanmar.

Menyikapi kejadian itu, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Langkah strategis segera ditempuh sebagai upaya meredakan krisis yang sedang terjadi. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi diutus terbang ke Myanmar dengan membawa misi untuk mencari penyelesaian konflik Rohingya.

Kunjungan tersebut menjadi sejarah baru bagi diplomasi Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan, untuk mencari solusi atas pertikaian yang terjadi di negara lain. Sekaligus bentuk nyata, bahwa Indonesia tidak hanya tinggal diam melihat kejahatan kemanusiaan yang sedang terjadi.

Di Myanmar, Menlu RI bertemu dengan Aung San Suu Kyi. Empat hal disampaikan Retno terkait penyelesaian konflik di negara tersebut. Yaitu, mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal, tidak menggunakan kekerasan, serta perlindungan kepada semua orang di Rakhine State tanpa memandang suku dan agama.

Selain itu, Menlu RI juga bertemu dengan tiga menteri Myanmar. Yaitu menteri pada kantor presiden, national security advisor, dan menteri muda urusan luar negeri. Paling tidak, misi ke Myanmar berhasil mencapai beberapa kesepakatan. Di antaranya menyampaikan perhatian besar masyarakat Indonesia pada situasi kemanusiaan di Rakhine State dan adanya komitmen otoritas Myanmar untuk segera mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi.

Indonesia juga mendapat akses dengan diterima dalam mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan dengan melibatkan ICRC. Indonesia juga telah meluncurkan Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM), yang akan fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bantuan.

Perhatian yang telah ditunjukkan oleh pemerintah Indonesia terkait kejahatan kemanusiaan yang dialami warga etnis Rohingya merupakan langkah terpuji yang layak diapresiasi. Diplomasi seperti ini sebagai bentuk nyata kehadiran Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia. Semoga Indonesia terus dapat memainkan diplomasinya atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di belahan dunia lainnya. (Tulisan ini dikirim oleh Donk Ghanie, Mahasiswa Pascasarjana, Universitas Prof. Dr. Moestopo)