Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 12:44 WIB
  • Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Usep Mujani
Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci
Photo :
Gerakan pemuda membaca kitab suci.

VIVA.co.id – Kirab Pemuda Nusantara 2017 menggelar kegiatan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS). Dalam kegiatan ini pemuda-pemudi dari berbagai agama di Indonesia serentak membacakan kitab sucinya masing-masing dalam satu tempat dan waktu yang sama.

Kegiatan yang bertempat di Gedung Dharma Wanita Tanjung Selor, Kalimantan Utara tersebut bertujuan memupuk kebinekaan pemuda-pemudi Indonesia tanpa memandang suku, ras, dan agama yang berbeda.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam rangka usaha meningkatkan minat kaum muda untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan mereka masing-masing,” jelas Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam siaran persnya pada Minggu (01/10).

Selain itu, kegiatan GPMKS yang menjadi rangkaian dari Kirab Pemuda Nusantara 2017 mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan selaku tuan rumah. "Kami mendukung sekali program ini. Kita di Kabupaten Bulungan sendiri sudah melakukan program lain beberapa sesi yaitu magrib mengaji, madrasah mengaji, dan kami juga memprogramkan keluarga mengaji," ucap Ubid Hadruni, Kepala Kemenag Kabupaten Bulungan.

Pada kesempatan yang sama, Esa Sukmawijaya, Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAK Pemuda menyatakan kegiatan GPMKS diharapkan dapat mendorong partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan. “Kami ingin mendorong pemerintah untuk turut andil dalam meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan,” ujar Esa.

Ia juga berharap agar kegiatan GPMKS tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat dilaksanakan oleh seluruh masyarakat sebagai upaya merawat spirit keagamaan dalam jiwa para pemuda. "Masa depan bangsa ini antara lain ditentukan oleh kesadaran kolektif segenap bangsa, termasuk pemuda, terhadap penguatan keyakinan agama masing-masing dalam bingkai NKRI," pungkas Esa. (Tulisan ini dikirim oleh Usep Mujani)