Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 12:28 WIB
  • Udara Bersih dan Harapan bagi Generasi ke Depan

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Deni Yusup
Udara Bersih dan Harapan bagi Generasi ke Depan
Photo :
Ilustrasi polusi udara

VIVA.co.id – Negara kita termasuk ke dalam negara berkembang. Tentu, masih banyak yang perlu ditata dan dibangun. Negara berkembang masih terfokus untuk meningkatkan ekonomi menuju negara maju. Memacu untuk menjadi negara industri yang kompetitif, meningkatkan pembangunan di semua aspek, dan membangun pabrik-pabrik dalam meningkatkan produktivitas. Inilah yang terjadi dalam negara berkembang.

Implikasi dari pembangunan adalah buruknya polusi udara yang diakibatkan pembangunan yang terus menerus. Tanpa memperhatikan dampak lingkungan terutama polusi udara yang diakibatkan dari itu. Dampak dari udara yang tercemar bisa berakibat fatal ke depan.

Dampak pertama pada kesehatan, yang bisa mengakibatkan ISPA, asma, kanker, stroke, dan lainnya. Kedua dampak secara ekonomi, catatan dunia Indonesia sudah masuk sepuluh besar negara dengan polusi udara yang tidak sehat. Dan, yang ketiga adalah dampak sosial, dimana orang tidak dapat menghirup udara segar akibat pencemaran udara.

Masih banyak dampak yang lainnya seperti dampak lapisan ozon yang menipis diakibatkan dari polusi udara, hujan asam, dan terhadap pertanian. Akan banyak tumbuhan yang berkembangnya tidak baik dan bisa berakibat gagal panen. Polusi udara bisa saja terjadi dari pabrik-pabrik yang berproduksi serta dari kebakaran hutan. Seperti yang  sering  kita dengar terjadi kebakaran di wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta sebagian wilayah Jawa.

Kalau di kota-kota besar, polusi udara biasanya terjadi karena kendaraan. Apalagi kalau di Jakarta. Pengguna kendaraan paling tinggi, sehingga udara cepat tercemari dan kualitas udara menjadi sangat tidak baik untuk kesehatan.

Kenapa kesadaran akan polusi udara kurang kita perhatikan? Ada faktor budaya yang mesti kita ubah. Kita harus terbiasa mencegah dari pada penindakan setelah kritis. Itu yang mesti kita lakukan. Seperti kebiasaan masyarakat kita, kalau belum sakit parah tidak mau berobat, tetapi kalau sudah sakit parah baru mau berobat. Hal seperti ini yang mesti kita ubah. Hindari dampak yang berakibat fatal untuk keberlangsungan hidup orang banyak. Salah satunya udara bersih yang harus diupayakan.

Perekonomian pertumbuhan pembangunan memang perlu, tetapi kita harus tetap memperhatikan dampak lingkungannya. Agar apa yang kita bangun bisa memberikan manfaat yang lebih luas untuk masa depan anak bangsa. Dengan adanya para penggiat ide green economy, ini sangat bagus untuk keberlangsungan ke depan.

Kita harus memiliki dan membangun energi yang ramah lingkungan. Semua aktivitas pembangunan semestinya memang dilakukan analisis dampak lingkungannya. Agar efek negatif bagi lingkungan ke depan bisa terlihat dan aman. Jangan sampai kita mewariskan kepada generasi ke depan dampak lingkungan yang tidak baik. Yang berakibat fatal bagi harapan hidup generasi kita di masa depan.

Perlu kesadaran bersama untuk bisa menciptakan udara yang bersih, yang bisa dirasakan oleh semua orang. Regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan legislatif harus mengarah pada pencegahan untuk mengatasi dampak lingkungan yang diakibatkan dari semua aspek.

Semua elemen harus terlibat untuk mensosialisasikan dampak lingkungan yang diakibatkan dari polusi udara. Hal ini sangat penting untuk keberlangsungan masa depan bangsa. Mari kita lakukan produktivitas yang ramah lingkungan. Semoga kita semua terhindar dari zona udara kotor. (Tulisan ini dikirim oleh Deni Yusup)