Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:33 WIB
  • Kembangkan Kreativitas melalui Perpustakaan Sekolah

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Drs. Mashud,
    • M.Si
Kembangkan Kreativitas melalui Perpustakaan Sekolah
Photo :
Perpustakaan sekolah SMPN 1 Model Babat Toman.

VIVA.co.id – Buku adalah jendela dunia. Begitulah istilah yang tidak asing lagi di telinga kita semua. Secara kasat mata, mengandung makna bahwa dengan membaca kita bisa mengintip bahkan menjelajahi dunia. Semakin banyak membaca, maka semakin banyak pengetahuan baru yang bisa membuka alam pikiran dan wawasan manusia.

Pada dasarnya, minat baca haruslah dipupuk sejak dini agar menjadi suatu kebiasaan. Dalam hal ini, orang tualah yang memiliki peran utama dalam memperkenalkan dan membiasakan membaca. Selain itu, pendidikan di sekolah juga merupakan faktor utama dalam pembiasaan membaca di kalangan masyarakat. Karena sekolah merupakan tempat menuntut ilmu yang tidak didapatkan di keluarga.

Berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik.

Dalam PP 19 Tahun 2005, dijelaskan bahwa standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan dan komunikasi.

Yang perlu digaris bawahi dari peraturan-peraturan pemerintah tersebut adalah sekolah wajib menyediakan perpustakaan untuk menunjang proses belajar dan mengajar. Perpustakaan yang berada pada lembaga pendidikan yang merupakan bagian integral dari sekolah yang memiliki unit kerja sendiri berperan sebagai sumber belajar.

Keberadaan perpustakaan harus mendapat dukungan dari setiap stakeholder sekolah dan aktivitas  perpustakaan. Biasanya dilakukan pada waktu istirahat, sesudah jam belajar usai, atau ketika kelas ada jam pelajaran yang kosong karena guru berhalangan hadir dan tidak sempat memberi tugas, maka diperuntukkan menjadi tempat membaca buku-buku.

Di samping itu, peranan  perpustakaan sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yaitu menumbuhkan kecintaan membaca, memupuk kesadaran membaca, dan menanamkan kebiasaan membaca di kalangan civitas pendidikan. Membimbing dan mempercepat penguasaan teknik membaca. Memperluas dan memperdalam pengalaman belajar. Membantu perkembangan percakapan bahasa dan daya pikir siswa. Menumbuhkan kesadaran guna menggunakan dan memelihara bahan pustaka bersama. Dan, memberikan dasar-dasar kemampuan penelusuran informasi.

Selain itu, perpustakaan sekolah juga berperan dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Program perpustakaan sekolah saat ini tidak hanya fokus pada peningkatan minat baca saja, akan tetapi lebih dari itu. Mengutamakan pada pembinaan dan bimbingan untuk berkarya dan kreatif. Beberapa bimbingan yang dapat dilakukan berupa bimbingan memilih buku yang sesuai dengan keperluan (misalnya untuk  keperluan diskusi dan menjelaskan tugas-tugas), bimbingan cara membaca yang baik dan benar, bimbingan cara meringkas buku dan menyimpulkan isi buku.

Dalam menumbuhkan kreativitas, pihak perpus menggandeng tim Mading mengadakan lomba terbaik karya tulis. Bisa berupa cerpen, opini, dan lain-lain dengan tujuan agar siswa kreatif menulis. Dan yang terbaik dalam isi tulisannya diterbitkan di buletin sekolah atau website sekolah.

Seperti tulisan dua siswi SMPN 1 Model Babat Toman, Nabila Hartina kelas VIII dengan judul tulisan Keinginan yang Besar dalam Keterbatasan dan Prita Ladis Yumaida kelas XI yang juga ketua Rohis dengan tulisan Selamat Datang Mimpi. Sosok dua siswi ini termasuk binaan dari perpustakaan yang menggandeng tim kreatif sekolah. Karyanya sudah masuk berbagai media, dan terima kasih kepada media yang telah mendukung dalam mempublikasikannya.
 
Dengan pemberian bimbingan dalam perpustakaan sekolah, diharapkan dapat memberikan alternatif kegiatan yang positif bagi siswa-siswi, agar tercipta hubungan batin dengan perpustakaan sekolah. Mari jadikan setiap langkah kecilmu bermakna besar dalam kehidupanmu. Ada sebuah ungkapan, “Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah dan bermakna”. (Tulisan ini dikirim oleh Drs. Mashud, M.Si, Kepala Perpustakaan SMPN  1 Model Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumsel)