Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 12:38 WIB
  • Prestasi Sang International Ambassador Dompet Dhuafa

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Pradila Maulia
Prestasi Sang International Ambassador Dompet Dhuafa
Photo :
International Ambassador Dompet Dhuafa

VIVA – Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang terus bergerak dalam pemaksimalan kemampuan individu, tak pernah berhenti mendorong para penerima manfaatnya, agar mampu mengaktualisasikan dirinya.

Sebut saja Irham Amir, penerima manfaat BIPS, atau Beastudi Indonesia Preparatory School Dompet Dhuafa Batch 4 2016 dan International Ambassador Dompet Dhuafa, yang berhasil  menjadi juara pertama lomba tahfiz antarmahasiswa internasional di United Kingdom pada 7 Oktober 2017 lalu.

Irham yang berasal dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, saat ini sedang menempuh pendidikan master di University of Aberdeen, Inggris Raya, jurusan International Business dan memperoleh beasiswa program 5000 Doktor Kementerian Agama RI.

“Dalam ajang tersebut saya mengikuti lomba tahfiz cabang 3 juz (juz 1, 2, dan 3). Saya sangat bersyukur karena Allah SWT kasih kesempatan untuk menjuarai lomba ini, terkhusus sebagai peserta yang berasal Indonesia. Semoga prestasi saya ini dapat mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.

Irham mengaku tak menyangka bisa menjadi juara, karena lomba ini sangat kompetitif. Peserta lain yang berasal dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia memiliki kualitas yang sangat baik dari segi hafalan dan tajwidnya. Selain saingan yang berat, tantangan yang tak kalah berat adalah proses persiapan.

Tantangan terberat dalam persiapan lomba ini adalah manajemen waktu. Sebab, ia hanya memiliki waktu empat minggu untuk mempersiapkan tiga juz hafalan. Sehingga, dibutuhkan manajemen waktu yang tepat antara jadwal kuliah dan tugas yang padat dengan mempersiapkan kebutuhan lomba.

“Selain murojaah satu halaman setiap setelah salat wajib dan sunah, mengulang hafalan di setiap salat, saya juga memanfaatkan waktu untuk melancarkan hafalan ketika jalan kaki dari perpustakaan ke masjid atau praying room kampus, dan waktu bersepeda dari tempat tinggal ke kampus,” ujarnya.

Usaha dan perjuangan Irham dalam manajemen waktu akhirnya membuahkan hasil manis. Ia adalah contoh generasi muda Indonesia yang dapat dijadikan teladan bagi generasi muda saat ini. Meskipun memiliki jadwal yang padat dalam perkuliahan, ia tetap mampu mengatur waktu agar dapat meraih prestasi di bidang Alquran.

Irham berpesan kepada generasi muda agar selalu menebarkan kebaikan di manapun berada. Serta ia menyampaikan bahwa apabila kamu telah berazam, maka bertawakallah kepada Allah. (Tulisan ini dikirim oleh Pradila Maulia)