Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 22 November 2017 | 13:51 WIB
  • Berbagi Inspirasi dengan Mahasiswa Jogja

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Pradila Maulia
Berbagi Inspirasi dengan Mahasiswa Jogja
Photo :
Inspiring Talk PTTEP.

VIVA – Sabtu, 18 November 2017, PTT Exploration and Production Public Company Limited atau PTTEP bekerjasama dengan Dompet Dhuafa mengadakan Inspiring Talk and Career Plan Training. Acara yang dihelat di University Club Universitas Gadjah Mada atau UC UGM, Yogyakarta ini merupakan bagian dari program kerjasama strategis antara PTTEP dengan Dompet Dhuafa.

Selama tiga tahun, PTTEP telah memberikan beasiswa kepada 25 mahasiswa terbaik dari kampus terbaik di Indonesia. Ada beberapa agenda yang dilaksanakan pada kegiatan kali ini, salah satunya Inspiring Talk. Inspiring Talk merupakan salah satu cara PTTEP  memberikan inspirasi kepada mahasiswa dan pemuda. Acara diisi oleh Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo; Gema Buana, Vice President HC Bukalapak; dan Taiya Syarah, Koordinator Despro Etos Jogja.

Menurut Ahsin Algorizi, Manajer Pendidikan Dompet Dhuafa, kerjasama antara PTTEP dengan Dompet Dhuafa telah berlangsung lebih dari empat tahun. Dan menjadi bagian dari upaya penyelesaian permasalahan bangsa yaitu kemiskinan dan minimnya kualitas SDM. Sementara itu, Titi Thongjen, GM PTTEP Indonesia, dalam sambutannya menyatakan bahwa saat ini permasalahan yang dihadapi oleh banyak negara terkait dengan sikap.

"Dalam dunia kerja, sikap mengambil peranan penting. Karena seorang profesional dalam dunia kerja dituntut bukan hanya tentang hasil pekerjaan namun juga kemampuan memahami lingkungan," ungkap Kun Titi panggilan akrab Titi Thongjen.

Pernyataan Titi Thongjen dibenarkan oleh Gema Buana, Vice President Human Capital Bukalapak. Ia menyatakan bahwa seorang individu harus memiliki nilai agar proses berjalannya kehidupan bisa terkontrol dengan baik.

"Nilai yang dibangun oleh Bukalapak yakni keinginan menyelesaikan masalah orang lain. Ketika kita menyelesaikan masalah orang lain maka orang lain akan membantu kita untuk menyelesaikan permasalahan kita," tegas Gema.

"Orang hebat itu bukan orang yang harus dipaksa komitmennya harus datang pagi, ngelakuin ini itu. Namun, orang yang hebat, ia punya tujuan sehingga mentalitas kerja, kedisiplinan, keinginan berusaha memberikan yang terbaik, bukan paksaan namun ada kesadaran," tambahnya.

Hasto Wardoyo sebagai pembicara terakhir menjelaskan beragam program kreatif dan inovatif yang dipaparkan dengan santai dan penuh candaan segar. "Kita memiliki potensi sumber daya dan pasar, maka mengapa kita malas lalu menyerahkan sumber daya dan pasar menjadi milik asing? Kita harus berjuang seperti para pahlawan dahulu. Anak muda harus kreatif dan berani melakukan terobosan. Program yang saya lakukan di Kulon Progo adalah hal kecil untuk masalah kesejahteraan, kesenjangan dan kesehatan," ujarnya  berapi-api.

Hasto kemudian memberikan pesan di akhir penyampaian materinya, bahwa kapitalisme harus dilawan dengan ideologi. Setelah Inspiring Talk berakhir, para peserta diajak menyelami diri melalui Career Plan Training yang diisi oleh Gumilar AR, perwakilan Kementrian ESDM dan Coach Budi Pangestu dari Dintinctive Career. Gumilar banyak memaparkan seputar dunia kerja di bidang minyak dan gas. Sedangkan Coach Budi lebih banyak memberikan metode perencanaan karier mumpuni. (Tulisan ini dikirim oleh Pradila Maulia)