Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 11:24 WIB
  • Trauma Healing untuk Anak-anak Pengungsi Erupsi Gunung Agung

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Herdian Armandhani
Trauma Healing untuk Anak-anak Pengungsi Erupsi Gunung Agung
Photo :
Terapi trauma healing untuk anak-anak pengungsi erupsi Gunung Agung.

VIVA – Sejak Gunung Agung di Bali meletus pada 26 November 2017, tercatat 48.671 jiwa warga Karangasem mengungsi ke beberapa wilayah di Bali, seperti yang disampaikan Humas Satgas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung. Salah satu lokasi posko pengungsian yang ditinggali warga adalah di UPTD Rendang, Kabupaten Karangasem.

Di posko ini, banyak anak-anak usia sekolah dasar yang mengungsi sampai Gunung Agung berstatus normal kembali. Untuk memberikan semangat dan membantu anak-anak di posko pengungsian supaya tidak terlalu mengingat bencana erupsi Gunung Agung yang sedang terjadi, maka tim Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) melakukan kegiatan trauma healing berupa kegiatan bermain, bernyanyi, dan mendongeng bersama.

Kegiatan terapi trauma healing ini dilaksanakan pada Minggu, 3 Desember 2017 di Aula UPTD Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Kegiatan terapi trauma healing menarik minat anak-anak yang tinggal di pengungsian. Para anak-anak yang tinggal di posko pengungsian antusias untuk mengikuti acara ini dengan penuh suka cita.

Senyum dan tawa bahagia menghias bibir mereka. Sambil bertepuk tangan dan mengikuti gerakan para relawan, mereka diajak untuk merasakan kembali ke dunia bermain mereka. Tentunya dengan kegiatan terapi trauma healing ini, para anak-anak dibuat melupakan bahwa saat ini sedang ada erupsi Gunung Agung.

Selain kegiatan terapi trauma healing untuk anak-anak, di lokasi yang sama para relawan MRI-ACT juga melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan. Para relawan sesuai dengan bidang yang dikuasai, bahu membahu memeriksa dan memberikan obat kepada para pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan.

Menurut Arif Marsudi, sebagai Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) wilayah Bali, bahwa relawan MRI dan ACT setiap harinya dengan sukarela membantu para pengungsi atas dasar kemanusiaan.

“Kegiatan yang dilakukan para relawan MRI-ACT sehari-hari sangat padat. Mulai dari mengantar  warga ibadah di dekat lokasi kawasan rawan bencana II, membuat dapur umum untuk ribuan pengungsi, bantuan air bersih, melakukan terapi trauma healing untuk 230 anak-anak, bantuan genset untuk posko pengungsi di mana saat malam hari listrik sering padam,” ungkapnya.

Arif  Marsudi beserta tim relawan MRI-ACT akan terus membantu para pengungsi di posko UPTD Rendang hingga para pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing. “Semoga para pengungsi bisa terbantu dengan adanya kami di sini,” pungkasnya. (Tulisan ini dikirim oleh Herdian Armandhani, Denpasar, Bali)