Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 17:58 WIB
  • Penembakan Dipicu Pertengkaran di Jalan, Korban Anak 4 tahun

  • Oleh
    • Toto Pribadi
Penembakan Dipicu Pertengkaran di Jalan, Korban Anak 4 tahun
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi/Penembakan

VIVA.co.id – Melihat keributan di jalan tentu sudah bukan hal baru lagi termasuk di jalanan ibu kota Jakarta. Namun peristiwa yang satu ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pengguna jalan untuk lebih bisa menahan diri di jalanan.

Ya, keributan di jalan memang tak hanya terjadi di Jakarta saja. Di beberapa kota besar dunia, pemandangan serupa juga kerap terjadi. Salah satunya di Texas, Amerika Serikat. Seorang bocah menjadi korban penembakan karena dipicu pertengkaran.

Bocah empat tahun ini mengalami luka tembak di bagian kepala setelah sebelumnya sang ibu terlibat cekcok dengan pengguna jalan lainnya. Peristiwa ini berawal saat ibu tersebut membunyikan klakson sepeda motornya berulang-ulang karena jalannya terhalang sebuah mobil.

Tak terima, sang pengemudi turun dan terjadi pertengkaran hebat. Tak kuasa menahan emosinya, sang pengemudi mobil langsung mengeluarkan tembakan yang nahasnya mengenai sang anak. Polisi bahkan mengatakan sebanyak lima tembakan terdengar dalam peristiwa itu.

Dilansir dari laman Autoblog, Selasa 8 Agustus 2017, untungnya sang bocah masih bisa diselamatkan meski harus menjalani operasi besar untuk membersihkan serpihan-serpihan peluru di kepalanya. Pihak kepolisian sendiri masih melakukan pengembangan atas kasus penembakan ini.

Pertengkaran di jalan raya memang mengalami peningkatan di AS, termasuk dengan senjata api.

Menurut survei The Trace, insiden kemarahan di jalan raya dengan menggunakan senjata api mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jika pada 2014, sebanyak 247 keributan terjadi di jalan raya dengan menggunakan senjata api maka pada 2016 mencapai 620 insiden. Dari data itu, sebanyak 136 orang telah terbunuh.

Tak hanya itu, di tahun lalu yayasan Keselamatan Lalu Lintas AS juga merilis sebuah studi yang mengatakan bahwa 8 dari 10 pengemudi AS mengaku menunjukkan agresivitas atau ekspresi kemarahan lainnya di jalan raya.

Laporan: Binteri Afsari