Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 30 Agustus 2017 | 14:07 WIB
  • Muda, Cantik dan 'Berbahaya' di Sirkuit

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Yunisa Herawati
Muda, Cantik dan 'Berbahaya' di Sirkuit
Photo :
  • Jalopnik
Pembalap cantik Aurora Straus.

VIVA.co.id – Setiap orang pasti pernah menerima komentar miring dari orang lain di sekitarnya. Tak terkecuali pembalap cantik asal New York, Amerika Serikat, Aurora Straus.

Komentar miring tersebut ia dapat dari pelatihnya saat belajar balap mobil, sewaktu ia berusia 13 tahun. Sang instruktur mengatakan, bahwa Aurora tak bisa menjadi pembalap yang andal karena dirinya seorang wanita. Maklum saja, olahraga ini didominasi oleh kaum laki-laki.

Seperti yang dilansir Jalopnik, Rabu 30 Agustus 2017, Aurora menceritakan, dirinya langsung terpukul atas ucapan pelatihnya tersebut. Namun komentar "pedas" itu dijadikan pemacu bagi dirinya.

Benar saja, lima tahun setelah itu, Aurora berhasil memenangkan sebuah ajang lomba balap berskala internasional. Prestasi itu berlanjut pada tahun berikutnya.

Dalam berbagai kejuaraan tingkat domestik maupun internasional, Aurora mengandalkan mobil Mazda MX-5 dan Porsche Cayman. Dia semakin jatuh cinta di kejuaraan balap, setelah untuk pertama kali bisa menembus kecepatan 160 kilometer per jam.

"Saya terobsesi dengan kecepatan dan suara mesin yang berakselerasi sesuai keinginan saya," tuturnya.

Namun, komentar pedas tak pernah berhenti ia terima, meski telah menjuarai beberapa ajang balap. Belajar dari itu semua, Aurora terus bekerja keras menjadi pembalap profesional seperti yang dia inginkan. Meski, sebenarnya ia bukanlah seorang pecandu balap mobil.

Aurora saat menunjukkan mobilnya pada seorang gadis cilik.

Aurora saat menunjukkan mobilnya pada seorang gadis cilik. (Foto: Jalopnik)

"Saya belajar dari pembalap di sekitar saya untuk tidak hanya menjadi pembalap yang lebih cepat, tapi bagaimana menjadi pembalap yang lebih baik dan lebih hormat," ujarnya.

Dia berharap, apa yang dilakukannya dapat menginspirasi bagi kaum wanita. Bahwa, pada dasarnya wanita setara dengan laki-laki.

"Semua kerja keras layak dilakukan. Saya senang melihat wajah terkejut para penggemar balap saat mereka melihat seorang gadis bertarung di sirkuit," kata dia. (mus)