Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 September 2017 | 18:44 WIB
  • Sepekan Tilang CCTV Diuji Coba di Surabaya, Apa Efeknya?

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Sepekan Tilang CCTV Diuji Coba di Surabaya, Apa Efeknya?
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Traffic Light di Surabaya dengan papan informasi pengawasan CCTV.

VIVA.co.id - Tilang melalui kamera pemantau atau CCTV kini diuji coba di Kota Surabaya, Jawa Timur, sejak 1 September 2017. Ada pengaruh gertakan, jumlah pelanggar lalu lintas menurun. Rencananya, kepolisian akan menerapkan inovasi penindakan pada pelanggar lalu lintas itu secara nasional.

Sementara ini, baru satu titik jalan yang diuji coba oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya pada program ini, yakni di traffic light perempatan Jalan Raya Bratang. Selain kamera CCTV, papan informasi berwarna kuning-hitam dengan tulisan 'Area Diawasi CCTV' dipasang sebagai pengingat bagi para pengendara.

Traffic Light di Surabaya dengan papan informasi pengawasan CCTV.

Di lokasi uji coba, peralatan CCTV dipasang di atas besi penyangga lampu lalu lintas. Moncong kamera menyorot pada kendaraan bermotor yang melintas. Ketika ada pengendara yang melanggar, sorot CCTV akan menge-zoom ke pelat nomor kendaraan pelanggar.

Rekaman data pelat nomor lalu dikirim ke pusat pengendali sistem tilang online itu. Dari situ ah akan diketahui siapa pemilik kendaraan yang harus ditindak. Begitu diketahui, petugas Kepolisian Lalu Lintas akan mengirimkan surat tilang ke rumah pemilik kendaraan atau pelanggar lalu lintas.Traffic Light di Surabaya dengan papan informasi pengawasan CCTV.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Adewira Negara Siregar, mengatakan bahwa uji coba tilang CCTV itu berlaku satu bulan selama September. Pada Oktober nanti, kepolisian sudah akan melakukan penindakan berdasarkan data pelanggar yang terekam di CCTV.

"Rencananya demikian (bulan Oktober mulai penindakan)," kata Adewira dihubungi VIVA.co.id pada Kamis, 7 September 2017.

Dia mengatakan, ada efek penggertak ditimbulkan dari uji coba tilang CCTV itu. Jumlah pelanggar di titik uji coba berkurang jauh dari hari pertama diuji coba. Di hari pertama, CCTV merekam terjadinya lebih dari 400 pelanggaran di traffic light Jalan Raya Bratang.

Traffic Light di Surabaya dengan papan informasi pengawasan CCTV.

"Saya belum bisa simpulkan berapa persen penurunan (jumlah pelanggarannya). Tetapi ada pengaruhnya. Pelanggaran terus menurun. Hari ini, misalnya, pelanggar berjumlah 85 kasus, dibandingkan kemarin 200-an pelanggaran," ujar Adewira.

Pantauan VIVA.co.id, hampir semua titik traffic light di Kota Surabaya sudah dipasangi papan informasi CCTV. Di Jalan Diponegoro, misalnya, lima traffic light di sana sudah dipasangi papan informasi CCTV dan perangkat kamera pemantaunya. Belum diketahui pasti apakah CCTV itu sudah berfungsi seperti di lokasi uji coba di Jalan Bratang.

Uji coba tilang di Surabaya diapresiasi Markas Besar Polri. Ada kemungkinan akan diterapkan secara nasional. "Nantinya kamera itu akan dijadikan alat bukti sebagaimana Pasal 272 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ," kata perwakilan NTMC Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Subono.