Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 September 2017 | 17:36 WIB
  • Uji Coba Tilang CCTV, Salah Baca Pelat Nomor

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Uji Coba Tilang CCTV, Salah Baca Pelat Nomor
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Traffic Light di Surabaya dengan papan informasi pengawasan CCTV.

VIVA.co.id – Penindakan pada pelanggaran lalu lintas melalui kamera pemantau atau CCTV diuji coba di Kota Surabaya, Jawa Timur, sejak awal September 2017 lalu. Selama percobaan, program inovatif berbasis daring itu masih ditemukan beberapa masalah.

Uji coba baru dilakukan di satu titik saja, yakni di lampu pengatur lalu lintas di perempatan Jalan Bratang. Kamera pemantau berteknologi canggih sudah dipasang, berikut papan informasi pengawasan CCTV bagi pengendara.

"Kami masih melakukan banyak koreksi, masih melakukan banyak uji coba. Apa-apa saja kendala yang dihadapi selama masa uji coba," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Robben Rico, saat dihubungi VIVA.co.id.

Dia lalu memberi contoh kekurangan yang ditemukan saat CCTV tilang diuji coba. Salah satunya, kesalahan membaca pelat nomor kendaraan yang melanggar.

"Error paling banyak pembacaan pelat nomor. Tidak begitu banyak sih, sekitar dua persen," ujar Robben.

Kesalahan membaca pelat nomor, lanjut dia, bukan karena perangkat CCTV-nya yang buruk. Tetapi lebih pada kualitas pelat nomornya yang tidak baik, seperti tulisan di pelat yang kabur.

"Contoh, pelat nomor harusnya L 1234 belakangnya OD, kebaca OO. Karena bentuk huruf yang hampir sama," jelasnya. 

Salah baca satu huruf atau satu angka saja pada pelat nomor, akan menyebabkan kesalahan data pemilik kendaraan yang harus ditindak atau ditilang.

"Kalau CCTV-nya bagus, tidak ada masalah. Tapi, pelat nomor kan ada yang tulisannya kabur," kata Robben.

Selain itu, kendala lainnya yakni di jaringan. Menurut Robben, sistem CCTV tilang membutuhkan jaringan internet yang sangat bagus. Perangkat teknologi jaringannya juga harus betul-betul berkualitas.

Sejauh ini, efek dari uji coba CCTV tilang cukup mampu menurunkan jumlah pelanggaran lalu lintas. Lima hari berjalan, kata Robben, terjadi penurunan jumlah pelanggaran sekira lima puluh persen. (hd)