Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 30 September 2017 | 16:52 WIB
  • Alasan di Balik Innova Nyangkut di Taman Bandung

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Alasan di Balik Innova Nyangkut di Taman Bandung
Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry
Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani

VIVA.co.id – Ada pemandangan yang menarik di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Bandung, Jawa Barat. Sebab ada ‘mobil Innova’ yang terlihat tersangkut di dinding dan tampak melayang. Karuan saja pemandangan ini langsung menjadi buruan pengunjung untuk berswafoto.

Ternyata Innova itu merupakan sumbangan PT Toyota Astra Motor (TAM). Taman seluas 3,5 hektare itu disuntik dana oleh Toyota sebesar Rp9,2 miliar untuk bersolek, hingga tampak seperti sekarang ini. Menurut Division Head of Corporate Planning and Legal Division PT TAM, Ronny Kusgianto, adanya Innova ini agar menjadi ikon di taman tersebut.

Kata dia, karena yang datang ke taman itu bukan hanya anak muda, namun juga ada keluarga besar. Maka itu, dipilihlah Innova untuk ditaruh di taman tersebut guna menunjukkan ada peran Toyota di sana.

"Kami melihat di satu taman rekreasi terdapat pendidikan dan juga konsep kekeluargaan. Kami lihat taman ini butuh satu ikon. Setelah berdiskusi dengan pihak desainer yang bisa ada impact-nya, akhirnya kami pilih satu mobil ikonik untuk keluarga," ujarnya di Bandung, Jawa Barat.

Innova diletakkan di dekat jalur kereta rekayasa. Selain Innova, di taman itu kini juga sudah dilengkapi dengan area bermain outbond. 

Sementara itu, menurut Kepala Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Musmar Mu'in, pembaharuan taman diperlukan untuk mendidik masyarakat akan perlunya berdisiplin lalu lintas. Dengan begitu diharapkan dapat mengubah sikap dan kebiasaan berkendara yang tidak benar. 

"Di Indonesia perkembangan kendaraan terus bertumbuh, namun tingkat kecelakaannya masih besar. Melihat demografis Indonesia, usia 0-9 tahun masih mendominasi, sehingga sasaran kami untuk memperbaharui guna mendidik masyarakat usia dini," ujarnya. (art)