Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 09:40 WIB
  • Heboh Pemotor Emak-emak, Polisi Akan Sambangi Arisan

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Pius Yosep Mali
Heboh Pemotor Emak-emak, Polisi Akan Sambangi Arisan
Photo :
  • Facebook
Aksi emak-emak lewati cor beton basah.

VIVA.co.id – Di lini masa kerap beredar gaya berkendara ibu-ibu dengan sepeda motor yang kurang memperhatikan aturan lalu lintas. Paling sering terjadi adalah 'emak-emak' pengendara motor yang berbelok dengan lampu sein yang tidak sesuai arah.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, AKBP Aldo Siahaan mengatakan, perlu ada edukasi khusus untuk para pengendara wanita.

"Emak-emak itu kan adalah orang yang paling sibuk dan mengerti kebutuhan rumah. Bayangkan, pagi-pagi dia membeli sarapan, setelah itu antar anak, lalu pulang, lanjut ke pasar lagi buat siapkan makan siang. Masih pakai daster loh dia, padat banget kegiatannya. Mungkin karena itu dia buru-buru dan mengabaikan aturan lalu lintas," kata Aldo Siahaan di Jakarta.

Pendidikan berkendara untuk emak-emak, kata Aldo, bisa diberikan dengan beragam cara, mulai dari peringatan di lapangan saat berkendara hingga melakukan sosialisasi di berbagai kegiatan yang melibatkan ibu-ibu.

"Untuk mengerti berkendara yang baik dan benar, kemudian bisa tertib lalu lintas, mereka (emak-emak pemotor) harus baca informasi atau kami datangkan langsung informasinya. Enggak apa-apa lah sekali-kali polisi gabung ke kelompok arisan (untuk edukasi)," ujar dia.

Pendidikan tertib berlalu-lintas saat ini sudah mendesak untuk digalakkan, mengingat kecelakaan menjadi penyumbang yang cukup besar angka kematian di Indonesia.

"Di Indonesia tiga orang meninggal dalam satu jam karena kecelakaan lalu lintas. Bisa dihitung kan kalau per hari berapa, Kemudian per minggu, lalu satu bulan berapa. Itu nyawa semua ya," tuturnya.

Berdasarkan data Korlantas Polri, masyarakat yang berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa menjadi yang paling banyak terlibat kecelakaan lalu lintas.

Dari data Januari hingga Mei 2017, diketahui sebanyak 24.023 jiwa pelajar mengalami kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia.

"Kecelakaan lalu lintas juga banyak terjadi di jam sekolah maupun pulang sekolah, per bulan dua ribu (kejadian) di seluruh Indonesia," ujar dia.