Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 12:11 WIB
  • Panser Anoa, Kendaraan Andalan TNI untuk Perang Kota

  • Oleh
    • Rendra Saputra
Panser Anoa, Kendaraan Andalan TNI untuk Perang Kota
Photo :
  • Foto: VIVA.co.id/Rendra Saputra
Panser Anoa 2 saat dipamerkan di IIMS 2016, Selasa 12 April 2016.

VIVA.co.id – HUT TNI ke-72 yang digelar di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Provinsi Banten, tampak gegap gempita. Kemeriahan disusul dengan banyaknya alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dipamerkan TNI. Seluruh kekuatan alutsista dikerahkan. 

Parade pamer alat senjata tentu menarik perhatian publik, apa saja yang kini sudah dimiliki TNI untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman perpecahan dari dalam dan luar negeri.

Dalam keterangan yang dirilis Puspen Mabes TNI, HUT dengan tema "Bersama Rakyat TNI Kuat" itu akan melibatkan sebanyak 5.932 pasukan dan melibatkan banyak sekali alutsista baik dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Ada satu kendaraan perang yang turut dipamerkan dan kini menjadi salah satu andalan bagi TNI Angkatan Darat, yakni kendaraan tempur Anoa. Kendaraan produksi PT. Pindad yang dapat mengangkut personel itu dianggap ampuh ketika tengah terlibat dalam peperangan kota. Lalu apa istimewanya?

Berkembangnya kemajuan zaman, dianggap mengubah taktik dan strategi perang. Dengan demikian dimunculkan taktik satuan mekanis, yang saat ini telah dibentuk Batalyon Mekanis di jajaran TNI AD. Beberapa satuan tersebut dilengkapi dengan alutsista Panser Anoa 6×6.

Presiden<a class='auto-tokoh' title='Profil Jokowi' href='http://m.viva.co.id/siapa/read/81-jokowi?ref=vivasiapa'> Jokowi </a>dan Panglima TNI naik panser anoa amphibi.

Seperti dikutip dari situs resmi TNI, Kamis, 5 Oktober 2017, Anoa sangat dibutuhkan untuk perang kota. Sebab perang kota bukanlah perang yang mudah, karena ada beberapa kesulitan yang harus diatasi, antara lain banyaknya jumlah penduduk, maka sedapat mungkin militer harus menghindari jatuhnya korban dari penduduk sipil. 

Selain itu, kesulitan lain adalah bangunan dan gedung-gedung yang bisa menjadi penghalang dalam peninjauan musuh. Sehingga untuk melumpuhkannya dibutuhkan banyak tenaga dan waktu yang lebih lama. Maka itu diperlukan kendaraan tempur khusus untuk menghadapi perang ini, salah satunya adalah kendaraan tempur lapis baja, yang bisa bermanuver cepat  agar memudahkan infiltrasi ke sasaran.

Panser Anoa dianggap TNI memenuhi kriteria tersebut, karena sudah dilengkapi senjata mesin kaliber 7,62 milimeter, 127 mm dan tabung pelontar. "Anoa lebih memudahkan pasukan dalam menjangkau posisi musuh yang bersembunyi di balik bangunan. Selain itu, penggunaan kendaraan lapis baja juga dapat mendukung pasukan pada saat melancarkan taktik pengepungan," tulis TNI.

Mulai digunakan Malaysia

Seiring mencuatnya nama Anoa, panser ini pun menjadi salah satu kendaraan yang mulai dilirik banyak negara. Di antaranya Nepal, Malaysia, Brunei Darusalam, dan Oman. Bahkan Malaysia sudah menggunakan Anoa dalam misinya di Lebanon, sejak 9 April 2010.

Penyerahan Panser Anoa

Panser Anoa juga menjadi salah satu alutsista kendaraan tempur dalam misi perdamaian PBB yang digunakan Pasukan Garuda di Lebanon. Keunggulan Anoa mendapat pengakuan dari PBB dan kontingen negara lain.

Pada 15 November 2011, Panser Anoa varian 6×6 yang menggunakan persenjataan senapan mesin berat 7.62 mm juga turut dilibatkan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan ring pada acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. Selain itu Anoa juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan presiden.

Baca juga: Mobil Roket TNI yang Mematikan, Bisa Hancurkan Target 300 Km