Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 16:11 WIB
  • Menguak Mitos Ban Rusak Gara-gara Air Keras

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Pius Yosep Mali,
    • Yunisa Herawati
Menguak Mitos Ban Rusak Gara-gara Air Keras
Photo :
  • Istimewa
Ban mobil yang diklaim rusak akibat terkena air keras.

VIVA – Beberapa hari belakangan, beredar pesan berantai yang mengungkapkan kejadian sebuah dinding ban mobil pecah akibat melindas wadah kemasan berisi air keras.

Dalam pesan berantai lewat Whatsapp itu juga terpampang sebuah gambar ban yang diklaim rusak akibat terkena senyawa kimia berbahaya tersebut.

Pengamat dan Praktisi Otomotif, Yusuf Wibisono, menyebut kejadian dinding ban mobil pecah karena terkena air keras adalah bohong alias hoaks.

"Bohong itu, hoaks. Air keras tidak bisa merusak ban secara instan," kata Yusuf kepada VIVA.co.id di Jakarta, Selasa 17 Oktober 2017.

Dia mengatakan, ban pecah atau robek pada bagian dinding roda bukan karena terkena air keras. Melainkan, ban dalam kondisi kempis atau kekurangan angin dan dipaksa melaju dalam kecepatan tinggi.

"Karena run flat, kondisi kempis dipaksa jalan, jadi ban teriris bibir pelek," ujarnya.

Sementara itu, hal berbeda dikatakan oleh Sport Segment Business Manager PT Michelin Indonesia, Refil Hidayat. Ia mengatakan, harus diteliti lebih jauh soal informasi ban yang hancur terkena air keras.

"Kalau melihat foto yang beredar, saya tidak bisa pastikan itu benar kena air keras atau bukan. Harus ada analisa," kata Refil di Tangerang.

Soal kerusakan ban akibat terkena air keras, Refil mengatakan belum ada penelitian secara mendetail. "Kami terus terang belum pernah (penelitian) spesifik ke air keras. Cuma, kalau kena bahan kimia memang ada kasus," kata dia.

Refil mengatakan, dengan bahan utama karet, kemungkinan ban bisa rusak jika terkena benda asing atau bahan kimia dan berbahaya lainnya.

"Ban kalau kena aditif senyawa kimia, kalau enggak cepat dibersihkan akan merusak material rubber atau karetnya. Balik lagi ke informasi tersebut, harus tahu seberapa cepat putarannya sehingga air keras bisa terus menempel sampai merusak,” tuturnya.

"Tingkat kerusakan tergantung seberapa keras bahan yang menempel, seberapa lama kotoran atau bahan asing menempel pada ban," ujarnya menambahkan. (one)