Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 1 November 2017 | 15:48 WIB
  • Jakarta Jadi Kota Paling Parah Macetnya, Ini Solusi Sandiaga

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Jakarta Jadi Kota Paling Parah Macetnya, Ini Solusi Sandiaga
Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry
Wakil Gubernur Sandiaga Uno

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, rupanya telah menyiapkan cara khusus untuk mengurangi kemacetan di ibu kota. Menurut Sandiaga, kerja sama antara pengusaha transportasi online dengan pengelola transportasi massal dapat menjadi solusi.

Hal itu diungkapkan Sandi, saat menghadiri Peluncuran Riset dan Kampanye #UnlockJakarta yang digelar Uber di XXI Club, Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu 1 November 2017.

Dari data survei Uber tersebut terungkap, Jakarta kini menjadi kota paling parah tingkat kemacetannya di antara kota-kota besar lainnya di Asia Pasifik. Hal ini, tentu menjadi PR bagi pemerintah DKI yang kini di bawah kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Dalam kesempatan itu, Sandi mengatakan, untuk mengatasi kemacetan, pihaknya akan mendorong para pengusaha transportasi online untuk bersinergi dengan transportasi massal yang ada di Ibu kota. Misalnya, pengendara transportasi online bisa mengantarkan penumpangnya ke stasiun kereta, atau halte Busway terdekat.

Cara tersebut bisa terbilang efektif, karena tidak semua kantor, atau tempat perbelanjaan di Jakarta dapat di akses menggunakan transportasi umum. Sandi menganggap, cara yang efektif untuk mengurangi kemacetan di DKI dengan berkolaborasi seperti itu, karena dengan transportasi online juga memberikan lapangan pekerjaan.

"Harus dengan sebuah pendekatan secara masif, dan ada isentif antara transportasi online untuk transportasi massal. Ada jemput bolanya dari TransJakarta, untuk memastikan di titik-titik tertentu dan sebuah kerja sama yang saling mengumpan. Karena, ke depan konsepnya kolaborasi," katanya.

Sandi berharap, agar penggiat transportasi oniline dapat menggalang komunitasnya untuk menggunakan transportasi massal.

“Jadi, untuk meningkatkan penggunaan TransJakarta, kita berharap ada satu program yang bisa di gagas untuk mengkonversikan pengguna transportasi online yang juga menggunakan transportasi massal. Dalam konsep transportasi yang terintegrasi mudah-mudahan mengurangi kemacetan jangka menengah sampai jangka panjang," katanya.