Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 11 November 2017 | 15:50 WIB
  • Begini Alur dan Proses Pembuatan SIM A Umum

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Begini Alur dan Proses Pembuatan SIM A Umum
Photo :
  • VIVA.co.id/Dian Tami
Lokasi pembuatan SIM di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat.

VIVA – Saat ini pemerintah telah mengeluarkan aturan agar para sopir taksi online alias berbasis aplikasi wajib memiliki SIM A Umum. Menurut Kasie Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar, proses pembuatannya pun cukup mudah.

Namun tentu ada perbedaan antara membuat SIM A polos dan SIM A Umum. Kata dia, untuk memiliki SIM A umum harus mempunyai sertifikat dari sekolah mengemudi, yang nantinya dilampirkan saat pendaftaran.

"Kalau enggak ada sertifikat itu enggak bisa, kan sudah ada di undang-undang seperti SIM B1 atau B2 juga harus mempunyai sertifikat mengemudi terlebih dahulu. Kalau umur sama seperti SIM A, minimal usianya 20 tahun," ujar Fahri di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu 11 November 2017.

Selanjutnya, jika semua syarat terpenuhi, pemohon melakukan pendaftaran dan harus mengikuti tes kesehatan, yang nantinya ada pengecekan penglihatan, pendengaran dan perawakan. Selain itu, ada juga tes psikologi mulai dari kecermataan, kestabilan emosi, dan tatanan kerja orang tersebut.

"Setelah itu administrasi, harus membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). SIM A umum Rp120 ribu dan biaya simulator Rp50 ribu. Jika persyaratan dilengkapi semua baru daftar untuk mengisi formulir identifikasi verifikasi, foto pengambilan sidik jari, tanda tangan elektronik," tuturnya.

Jika data diri sudah diverifikasi, pemohon baru mengikuti ujian teori yang terdiri dari 30 soal, dan peserta harus menjawab benar 21 soal, baru dinyatakan lulus. Ujian kemudian berlanjut ke simulator dan ujian praktik, meliputi lima teknik dasar dan etika berlalu lintas.

"Bedanya SIM A, ada dua perbedaan, ada tes psikologi dan ada ujian simulator. Karena sudah online jadi waktu pembuatannya 120 menit, dan ada saja orang yang bisa lebih cepat. Kalau di teori waktu ujiannya itu terbatas 30 menit, tapi dia bisa ngerjain, satu soal dua detik selesai itu cepat," sambung Fahri. (ren)