Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 25 November 2017 | 16:35 WIB
  • Ngetes Mobilio dari Depok-Bromo, Bensin Habis Berapa?

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Ngetes Mobilio dari Depok-Bromo, Bensin Habis Berapa?
Photo :
  • VIVA.co.id/Krisna Wicaksono
Tes Mobilio di Pulau Bali.

VIVA – Sudah bukan rahasia umum lagi jika Honda adalah salah satu produsen otomotif yang dikenal kerap mengeluarkan kendaraan bandel dan irit dalam penggunaan bahan bakar. Namun tahukah Anda, dari sekian banyak jenis yang telah dilahirkan, ternyata jenis Mobilio lah yang disebut-sebut paling irit.

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah pengguna Mobilio yang tergabung dalam Komunitas Mobis Region Depok, Jawa Barat. Bahkan, untuk perjalanan dengan jarak lebih dari 20 kilometer, mobil ini hanya membutuhkan satu liter bensin. Andi Nur Halim, salah satu anggota komunitas tersebut yang membuktikannya.

Andi mengaku, ketika itu dirinya mengikuti perlombaan yang diadakan Honda dengan jarak tempuh sekitar 40 hingga 50 kilometer dari Kelapa Gading, Jakarta menuju Kebun Raya, Bogor. Dalam perlombaan ini, pengendara ditantang untuk menggunakan bahan bakar satu banding 20 kilometer.

“Tapi alhamdulillah meski tidak masuk lima besar, saya sampai satu banding 25,7 kilo, cukup melebihi batas. Saya pakai Mobilio, jadi dari semua Honda yang mayoritas menang adalah Mobilio. Ada yang satu banding 27 lebih,” katanya pada wartawan saat ditemui di Cinere, Depok, Sabtu 25 November 2017.

Andi juga mengatakan, selain faktor mesin yang prima, cara lain untuk membuat irit bahan bakar adalah dari sisi penggunanya.

“Tipsnya adalah berusaha berkendara dengan tidak memacu dalam kecepatan tinggi, tidak selalu injak gas misalnya saat turunan. Jadi bagaimana mobil itu bergerak tidak lebih dari 80 kilometer per jam tapi juga tidak kurang dari 40 kilometer per jam. Kita berusaha konsisten di bawah 2.000 RPM,” jelas pembina Mobis Region Depok tersebut.

Komunitas Mobis Region Depok, Jawa Barat.

“Tidak harus dioprek mesinnya, mobil saya standar matik keluaran tahun 2014. Saya pakai Pertalite. Intinya keterampilan kita membawa mobil terus dalam kondisi memacu tidak harus digeber dengan kecepatan tinggi,” timpalnya lagi.

Selain itu, kata Andi, hal yang wajib diperhatikan dalam perawatan mobil ialah dengan rajin melakukan servis dan ganti oli. “Cek oli sesuai aturan dari Honda itu sendiri, lalu kondisi batas oli, kemudian radiator kalau untuk temperatur Honda stabil lah,” katanya

Andi juga menyarankan untuk tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar. “Tidak usah geber-geberan lah. Pamakaian knalpot dan busi kalau bisa standar lah itu akan memperpanjang umur Honda sendiri. Mobilio sangat simpel, enggak seperti mobil Eropa. Asal perawatan rutin dan terkontrol saya yakin mobil enggak akan rewel di jalan.”

Ongkos Bensin Bromo-Depok

Di tempat yang sama, Ketua Region Depok, Dika juga menceritakan pengalamannya ketika menjelajah ke Malang hingga Gunung Bromo dengan Mobilio. Dalam perjalanannya menuju kawasan Jawa Timur itu hingga kembali lagi ke Depok, Dika mengaku hanya mengeluarkan ongkos bensin Rp1 juta.

“Itu sudah pulang pergi dari Depok sampai kita ke Bromo. Tips cepat tapi bensin irit, Mobilio itu kan ada Eco, ya kalau kecepatan kita di Eco otomatis BBM jauh lebih irit,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan Dika, Sekjen Mobis Region Depok, Juanda juga mengaku berbekal bensin Rp120 ribu, mobil yang digunakannya itu bisa digunakan dari pagi hingga malam tanpa berhenti. “Saya isi Pertalite, isi Rp150 ribu sekitar 20 literan. Itu saya pakai dari jam sembilan pagi sampai jam 10 malam nonstop enggak habis,” katanya.

Selain  fokus pada urusan otomotif, komunitas ini ternyata juga cukup aktif dalam bidang sosial. Salah satunya yang kini tengah dalam perencanaan adalah mengumpulkan donasi untuk membantu para korban terdampak Gunung Agung, Bali.

“Ya kita sudah ada rencana ke situ, nanti dikumpulkan dengan pusat. Sebelumnya kita juga aktif memberikan santunan kepada anak yatim, intinya yang positif,” kata Juanda. (one)