Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 16:41 WIB
  • Alat Mesin Suku Cadang Tumpah Ruah di Kemayoran

  • Oleh
    • Hadi Suprapto,
    • Yunisa Herawati
Alat Mesin Suku Cadang Tumpah Ruah di Kemayoran
Photo :
  • VIVA/Yunisa Herawati
Pameran mesin pembuat suku cadang di JI Expo Kemayoran Jakarta, 6 Desember 2017

VIVA – Industri alat mesin asal Taiwan memeriahkan gelaran Taiwan Machine Tools-Shaping The World Manufacturing Indonesia 2017 di JIexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 6 Desember 2017. Berbagai mesin yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor menghiasi pameran itu.

Kepala Kantor Urusan Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, John C.Chen, mengklaim bahwa Taiwan adalah produsen alat mesin terbesar ketujuh di dunia, menguasai 5-6 persen pangsa pasar global.

Ia juga mengklaim beberapa dari produsen mesin manufaktur asal Taiwan telah berhasil mengintegrasikan perangkat dan aplikasi ke dalam produknya. Seperti lengan robot, transportasi tak berawak, hingga penyimpanan otomatisasi.

"Di antara mereka telah melakukan terobosan signifikan dalam mengotomatisasi proses permesinan tertentu dan bahkan seluruh lini produksi sehingga membantu menciptakan nilai tambah dalam proses produksi terutama pembuatan suku cadang mobil," kata Chen.

Menurut dia, Taiwan menjadi salah satu pemasok utama peralatan mesin ke pasar Indonesia. Chen menjelaskan impor peralatan mesin buatan Taiwan pada 2016, misalnya mencapai US$ 59,48 juta, yang menjadikan negara tersebut pemasok peralatan mesin terbesar ketiga bagi Indonesia atau menyumbang 11 persen dari total impor tahunan Indonesia, yang nilainya mencapai US$556 juta.

"Sementara dari Januari hingga Juli tahun ini, impor alat mesin buatan Taiwan mencapai US$35,5 juta, meningkat 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Chen.

Dari total mesin bubut dan mesin putar yang diluncurkan pada periode Januari Desember tahun lalu, Indonesia menyerap peralatan tersebut senilai US$66,5 juta. Taiwan menyumbang 12 persen dari total, dengan nilai US$8 juta.

"Sedangkan untuk permesinan, Indonesia mengimpor total US$491 juta periode yang sama, dengan Taiwan memasok 14,26 persen kebutuhannya," lanjut Chen. (ren)