Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 06:41 WIB
  • SPG Cantik Ini Siap Bagi-bagi Nomor Hape, Ada Syaratnya

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Pius Yosep Mali
SPG Cantik Ini Siap Bagi-bagi Nomor Hape, Ada Syaratnya
Photo :
  • VIVA.co.id/Pius Mali
Jessica Paruliany

VIVA.co.id – Dimintai nomor handphone menjadi salah satu risiko yang kerap diterima SPG (sales promotion girl) atau usher otomotif. Hal ini juga sudah dirasakan Jessica Apriliany, mahasiswi cantik yang nyambi jadi SPG di berbagai event otomotif tanah air.

"Aku jadi usher otomotif dari 2013, godaan paling banyak dimintai nomer handphone. Aku biasanya kasih, tapi aku filter dulu, buat apa kira-kira. Belakangan setelah ada whatsapp, aku lebih sering kasih nomor itu, karena bisa lihat profil dan bisa di block juga kalau ganggu," kata Jessica saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Bagi Jessica memberikan nomor handphone kepada pengunjung acara otomotif atau ia saat bekerja bukan hal yang sia-sia. Perempuan berusia 20 tahun ini kerap mendapat pekerjaan baru dari sekadar bertukar kontak.

"Aku sering dapat kerjaan baru cuma dari orang yang enggak sengaja kenalan atau ketemu pas aku lagi jaga event. Pas aku kasih nomor hape, ternyata mereka dari event organizer (EO) juga dan lagi butuh usher buat jaga stand atau apa," kata perempuan yang sedang menjalani studi di jurusan komunikasi salah satu kampus swasta di Tangerang.

Namun, kata Jessica, memberikan nomor handphone kepada orang yang baru dikenal bukan tanpa risiko. Ia pernah diteror oleh seorang bule untuk diajak berkencan.

"Pernah kayak dihubungi terus sama bule. Dia langsung ngajak ngopi terus kayak nanya lagi di mana, lagi ngapain, ngajak ketemu, kayak gitu. Aku enggak respons dan akhirnya aku block karena lama-lama mengganggu," ujar pehobi travelling tersebut.

Kini, Jessica semakin selektif untuk memberikan kontak pribadi kepada orang yang baru dikenal. "Kalau yang bener mau kasih pekerjaan atau jadi link baru, ya cara menghubungi berbeda. Biasa orangnya SMS, whatsapp atau langsung telepon dan benaran langsung tanya atau ngobrol soal kerjaan. Kalau itu sih aku senang aja, tapi banyak juga yang  modus, minta nomor handphone terus tiba-tiba nanyain lagi di mana, lagi apa, nah itu biasanya aku langsung block," kata dia.

"Kalau memang aku lihat orangnya yang minta itu serius buat ngasih pekerjaan, bahkan aku kasih Instagram juga kok. Ini supaya bisa lihat buat portofolio juga bahwa aku bener kerja kayak begini," tambahnya.